Berita

Desa Kampung Dalam Dukung Program Plasma PT SIPEF.

466
×

Desa Kampung Dalam Dukung Program Plasma PT SIPEF.

Sebarkan artikel ini

Ket.Gambar : Kepala Desa Kampung Dalam, Masngut (Sebelah Kiri memakai Topi)

 

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Labuhanbatu – Warga Desa Kampung Dalam, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu merasa terbantu akan hadirnya program Plasma PT SIPEF di Desa tersebut.

Sebanyak 1.500 Ha digulirkan PT SIPEF dalam menjalankan program untuk masyarakat.

Kepala Desa Kampung Dalam, Masngut saat diwawancarai media menjelaskan bahwa bermula dari perusahaan PT SIPEF beberapa waktu yang lalu menawarkan plasma kebun sawit kepada masyarakat yang memiliki lahan seluas 1 Ha.

Sebagai Kepala Desa, tawaran tersebut langsung direspon Masngut dengan mensosialisasikan program PT SIPEF langsung kepada masyarakat Desa Kampung Dalam, katanya.

Gayung bersambut, masyarakat merespon program PT SIPEF saat dilakukan sosialisasi ditengah masyarakat.

“Wah begitu disampaikan kepada masyarakat dari dusun ke dusun, langsung mendapat sambutan gembira oleh masyarakat, dan untuk memperlancar usulan warga, saya juga harus mempersiapkan alas hak lahan masyarakat dan kelengkapan administrasi lainnya yang dibutuhkan.”ucap Masngut dengan semangat di salah satu Kedai Kopi di Kota Rantauprapat pada Senin sore (8/7/2024).

Dijelaskan Masngut lahan masyarakat tersebut dulunya merupakan lahan perkebunan karet program P3RSU beberapa puluh tahun lalu dan kini lahan kebun karet tersebut sudah tua, dan produksi karet yang dihasilkan tidak lagi memadai, jelasnya.

Dalam program plasma saat ini, lahan karet tersebut di ganti dengan kebun kelapa sawit yang dibangun oleh PT SIPEF sebagai bapak angkat. Dimulai penyiapan lahan, bibit sawit, pemupukan semua di biayai PT SIPEF, beber Masngut ramah.

Selain itu kepada masyarakat yang lahannya ikut dalam program plasma tersebut, diberikan bantuan sebesar Rp.500 ribu perbulannya untuk biaya kebutuhan sehari hari sambil menunggu kebun sawit tersebut menghasilkan terang Kepala Desa yang berpenampilan sederhana ini pada media.

“Uang bantuan tersebut nantinya digabung dengan biaya pembangunan plasma tersebut, dan pembayarannya dicicil dari hasil panen,” terang Masngut.

Masngut menambahkan, saat ini rata rata perkaplingnya hasil panen buah sawitnya sekitar 3 sampai 4 ton sekali panen per 2 Minggu.

“Yang mengikuti program plasma pertama kali, kini sudah menikmati hasil panennya, ada yang 3 ton, 4 ton satu kali panen perdua Minggu” tambah Masngut dengan wajah sumringah menggambarkan kebahagian masyarakatnya,”

Di akhir cerita, Masngut mengatakan, melihat hasil panen teman temannya, kini warga masyarakat yang sebelumnya tak ikut program plasma itu, kini datang bermohon untuk ikut sebagai peserta plasma.

“Melihat Jiran tetangganya berhasil panennya, kini warga yang lain bermohon untuk ikut dalam program plasma tersebut, ini yang sudah daftar jumlah lahannya dari beberapa warga lebih kurang sekitar 500 hektar lagi hingga saat ini sedang kita persiapkan data alas hak lahannya, untuk kita mohonkan tambahan kepada PT SIPEF” ucap Masngut yang menginginkan warganya lebih sejahtera.(HUT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *