Kaur, Suaramassa.co.id – Sudah sekian lama jembatan Air Palawan di hilir Desa Ulak Agung Kecamatan Padang Guci Hilir rusak dan turun pondasi jembatan.
Jembatan Air Palawan rusak karena dimakan usia, dibangun pada zaman Padang Guci Hilir masih bergabung dengan Kabupaten Bengkulu Selatan, semenjak itu pula jembatan tersebut belum pernah tersentuh perbaikan.
Dasar itulah Kepala Desa (Kades) dalam wilayah Kecamatan Padang Guci Hilir bersama sama dengan masyarakat berinisiatif memperbaiki secara gotong royong dengan dana swadaya.
Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) Kecamatan Padang Guci Hilir Diusman saat di temui wartawan suaramassa.co.id, Selasa (3/6) mengatakan perbaikan jalan dan jembatan merupakan hasil musyawarah seluruh masyarakat di Kecamatan Padang Guci Hilir, dengan dana swadaya masyarakat akhirnya jembatan dan jalan bisa diperbaiki walaupun belum maksimal.
“Ya, seluruh masyarakat diajak berpartisipasi untuk memperbaiki jembatan dan jalan tersebut, tidak di patok berapa dana yang disetor oleh warga untuk dikumpulkan, hasilnya cukup memuaskan,” kata Diusman.
Lanjutnya, kegiatan gotong royong seperti ini memang sudah sepantasnya kembali di lestarikan, pasalnya gotong royong merupakan warisan leluhur yang bertujuan sangat baik untuk masyarakat.
“Sampai malam hari warga bahu membahu mengaduk semen, pasir dan baru krikil untuk dijadikan bahan beton perbaikan jembatan dan jalan,” jelasnya.
Lebih lanjut Diusman mengatakan untuk panjang jalan yang diperbaiki lebih kurang 20 meter sedangkan untuk jembatan hanya meninggikan badan jembatan saja.
“Atas nama Pemerintah Desa se Kecamatan Padang Guci Hilir, pada umumnya Pemerintah Kabupaten Kaur, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga, yang mau bahu membahu, sehingga perbaikan jembatan dan jalan ini bisa terlaksana,” ungkap Diusman.
Senada Kades Ulak Agung Nikeng Putra Jaya menambahkan bahwa jika jembatan tidak diperbaiki segera oleh masyarakat kemungkinan besar untuk akses menuju ke Kecamatan Tanjung Kemuning akan terkendala.
“Ya, memang masih bisa dilewati kendaraan walaupun tidak diperbaiki, namun akan terasa sulit, keamanan untuk melintas di jembatan sangat di sangsikan,” ujar Nikeng.












