Uncategorized

Polri Hadirkan Kepedulian, Berikan Trauma Healing bagi Pengungsi Gempa di Maumere

22
×

Polri Hadirkan Kepedulian, Berikan Trauma Healing bagi Pengungsi Gempa di Maumere

Sebarkan artikel ini

MAUMERE , Suaramassa— Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak gempa bumi Flores dengan mengunjungi lokasi pengungsian di Lapangan Gelora Samador Da Cunha, Maumere, Rabu (19/8/2026).

Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko meninjau langsung kondisi pengungsi. Kunjungan turut diikuti Wakapolda NTT, Karo SDM Polda NTT, Dirpolairud Polda NTT dan Kapolres Sikka.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Selain memastikan pelayanan dasar berjalan, perhatian khusus diberikan kepada anak-anak, bayi dan balita yang berada di lokasi pengungsian.

Kapolda bersama Ketua Bhayangkari memberikan trauma healing kepada anak-anak korban gempa. Suasana pengungsian pun berubah lebih ceria saat anak-anak diajak bermain, berinteraksi dan menerima berbagai alat permainan.

“Anak-anak adalah kelompok yang sangat membutuhkan perhatian setelah mengalami bencana. Kita ingin mereka kembali ceria, merasa aman dan tidak terus berada dalam suasana ketakutan,” ujar Rudi.

Rudi bersama rombongan juga meninjau Posko Kesehatan Polda NTT–Polres Sikka serta tenda khusus bayi dan balita. Bantuan susu formula diserahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan bayi selama berada di pengungsian.

Kepedulian juga diwujudkan Ketua Bhayangkari Daerah NTT bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sikka melalui penyerahan bantuan kasur lantai bagi para pengungsi.

Rombongan kemudian meninjau dapur lapangan untuk memastikan pelayanan konsumsi bagi warga terdampak berjalan dengan baik.

Rudi menegaskan, penanganan bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Polri bersama Bhayangkari dan unsur terkait, kata dia, akan terus hadir memberikan pelayanan dan memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi situasi sulit.

“Kita ingin memastikan warga yang terdampak tidak merasa sendiri menghadapi situasi ini,” tegasnya.

Kunjungan berakhir sekitar pukul 12.10 WITA dalam keadaan aman dan terkendali. Kehadiran Polri di tengah pengungsi diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan rasa aman serta dukungan psikologis bagi korban gempa, khususnya anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *