Artikel

Viral Video di Media Sosial Mahasiswa Bubarkan Kegiatan Pelatihan Kades Se Kab.PALAS di Salah Satu Hotel  Pekanbaru

878
×

Viral Video di Media Sosial Mahasiswa Bubarkan Kegiatan Pelatihan Kades Se Kab.PALAS di Salah Satu Hotel  Pekanbaru

Sebarkan artikel ini

Medan – Viralnya video di Media sosial terkait adanya aksi sejumlah mahasiswa Kabupaten Padang lawas yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi di Kota Pekanbaru.Dimana dalam unggahan video, tampak mahasiswa dan Perwakikan masyarakat mencoba menghentikan paksa kegiatan pelatihan / bimtek kepala desa sekabupaten Padang Lawas di salah satu hotel di kota Pekanbaru, pada 17 Mei 2024.

Kegiatan pelatihan/bimtek yang di motori APDES bercahaya yang di ketuai Hamdani Daulay. Dimana yang di ketahui kegiatan di selenggarakan sejak mulai tanggal 15 s/d 18 mei 2024, hal ini dituding mahasiswa sebagai ajang penghambur- hamburan dan perampasan dana desa demi mengambil keuntungan pihak-pihak tertentu yang di duga kuat melibatkan pihak APH. Kata sumber.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Aksi mahasiswa yang di kordinatori Jamaluddin Nasution, beliau adalah warga Desa Binanga , kabupaten Padang Lawas dan mahasiswa STIT Al- Kifayah Riau, sempat mengehentikan kegiatan pelatihan / bimtek di hotel Grand Jatra yang digadang – gadang di laksanakan lembaga yang diduga milik keluarga Bendahara Kejaksaan Negeri Padang lawas .

Dalam orasi di ruangan pelatihan Jamaluddin Nasution bimtek Kepala desa se Kabupaten Padang Lawas ini, para mahasiswa meminta agar kegiatan pelatihan/ bimtek ini segera di hentikan, hal ini di karenakan banyaknya uang dana desa yang dikuras, dan tidak bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat desa.

Menurut data pada tahun 2023 apdes bercahaya Kab. Padang Lawas menyelenggarakan kurang lebih 30 kali bimtek , dan tahun ini juga bimtek yang berkedok pelatihan ini kembali di laksanakan belum sampai 1 bulan bimtek sudah di laksanakan 2 kali pertama di kota Medan dan kali ini kedua di kota Pekanbaru. Dan tampak dalam rekaman video peserta sangat sedikit peserta yang mengikuti pelatihan/ Bimtek didalam ruangan.

” Baru Minggu lalu ada kegiatan bimtek di Kota Medan, ini sudah kembali di laksanakan bimtek di kota Pekanbaru, jelas ini cukup merugikan masyarakat desa di Kab. Padang Lawas, dimana yang diketahui setiap peserta dikenakan biaya registrasi Rp.10.000.000/peserta setiap Desa 4 peserta yang hadir. Ini sungguh luar biasa.” tegas Jamaluddin NST .

Sementara itu saat di konfirmasi awak media ketua apdesi bercahaya Hamdani Daulay melalui via chat WhatsApp, tidak merespon dan membalas konfirmasi awak media.

Awak media juga mencoba menghubungi pihak panitia pelaksana sdri Gita di nomor Hp 0822 1384 xxxx terkait kelengkapan perizinan dalam pelaksanaan tersebut, apakah Yayasan Adaptif Paradigma Desentralisasi sudah mengantongi perizinan terkait pelatihan… ?
Namun sampai berita ini ditanyangkan, pesan yang dikirimkan tim media belum juga mendapat jawaban.

“Barusan kita adakan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan masyarakat dan kepala dusun setempat, bahwa yayasan tersebut Fiktif.Kepala dusun siap bertanggungjawab,” ungkapnya.

 

(Tim -H²)

#bimtekpadanglawas #kejatisu #poldasumut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *