BeritaPendidikan

Diduga SMPN 1 Ciburuy Bebankan Siswa dengan Pungutan Uang Bangunan dan Seragam

361
×

Diduga SMPN 1 Ciburuy Bebankan Siswa dengan Pungutan Uang Bangunan dan Seragam

Sebarkan artikel ini

Lebak – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) kembali mencuat, kali ini terjadi di SMPN 1 Ciburuy, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Dengan dalih sumbangan untuk uang bangunan dan seragam sekolah, pihak sekolah diduga memungut biaya Rp160 ribu per siswa, yang dikelola atas keputusan kepala sekolah bersama ketua komite. Kejadian ini disayangkan oleh banyak pihak, termasuk orang tua siswa.

Salah satu wali murid, Rubai, warga Kampung Cokel, menyampaikan keluhannya saat ditemui awak media. Ia mengungkapkan bahwa pungutan tersebut sangat memberatkan, terlebih penghasilannya sebagai pedagang kecil seringkali tidak mencukupi kebutuhan harian.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Saya keberatan dimintai uang. Semua serba bayar, mulai dari seragam, raport, sampai untuk bangunan sekolah. Anak saya pernah minta uang katanya disuruh bayar seragam dan bangunan oleh guru. Kalau tidak ada uang, ya pusing, apalagi saya hanya jualan roti. Kadang dagangan sepi,” ungkap Rubai.

Rubai juga mempertanyakan keberadaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan siswa. “Katanya ada bantuan dana BOS, tapi kenapa semua masih harus bayar? Kalau begini, patut diduga dana BOS itu tidak digunakan sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Mengacu pada Permendikbud No. 75 Tahun 2016, komite sekolah memang diperbolehkan menggalang dana, tetapi harus bersifat sukarela sebagai bantuan atau sumbangan, bukan pungutan yang bersifat wajib. Namun, praktik yang terjadi di SMP Negeri Satu Ciburuy ini diduga menyimpang dari aturan tersebut.

Masyarakat dan wali murid meminta pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak segera turun tangan untuk mengusut dugaan ini. Langkah tegas diharapkan dapat diambil untuk memastikan tidak ada pelanggaran aturan, dan transparansi dana sekolah dapat terjaga.

Pihak sekolah dan komite hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan ini. Tim Suaramassa.co.id akan terus menggali informasi lebih lanjut dari berbagai pihak terkait.

Pewarta: Mad
Kaperwil: Provinsi Lebak, Banten

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *