*Sibolga/Features/06/25* : Tiga kisah dibawah ini merupakan serangkaian dari cerita mingguan aktivitas Bank Indonesia di wilayah Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Sumatera Utara.Kota Sibolga sebagai salah satu wilayah yang administratifnya sudah dipimpin oleh walikota merupakan kota dipesisir laut Samudera Hindia. Menyimpan masyarakat dengan SDM yang Unggul, pendidikan yang maju, masyarakat madani, serta investor yang ramai menjadikan kota Sibolga sebagai destinasi perputaran ekonomi dan roda kehidupan masyarakat.Kota Sibolga berada dipesisir samudera Hindia dengan posisi teluk didaerah Pantai Pandan, memiliki keindahan alam dan kekayaan biota laut, serta menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri. Mayoritas penduduknya adalah Batak, Nias , Melayu dan penduduk disana memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.
Jangan salah, di kota yang sangat kecil ini ada berdiri sebuah Bank Sentral dipusat kota, ya disbeutlah BI Sibolga. BI tentu sebagai bank bekerja untuk memperjuangkan nilai mata uang Rupiah dari inflasi serta tak hanya itu BI senantiasa melakukan tinjau langsung kepelosok pedesaan , padepokan atau stakeholders untuk memberikan awareness dan penyuluhan terkait Rupiah dan perkembangan ekonomi di Indonesia dan di dunia.
Cerita pertama datang dari Kelompok Tani “Rap Maju Martani” didesa Sibolga kecamatan Pangaribuan Tapanuli Utara.Mereka melakukan visiting finalis Championship Klaster 2025 yang terdiri dari 6 klaster (bawang merah, cabai merah, jagung, padi, perikanan dan peternakan).Kegiatan itu dilaksanakan 10-14 Juni 2025 yang merupakan komitmen Bank Indonesia bersinergi kepada stakeholders dalam rangka optimalisasi pertumbuhan ekonomi di kab/kota wilayah kerja Bank Indonesia Sibolga.Singkatnya , kegiatan itu sangat seru, ramai dan inspiratif.Setiap Kelompok Tani mempresentasikan setiap komoditas dilingkungan terbuka untuk didemonstrasikan Teknik pengelolaan serta pembudidayaan kepada BI. Selain dilakukan diluar ruangan terbuka, Kelompok Tani diajak untuk Menyusun visi dan misi pertanian untuk peningkatan SDM masyarakat saat itu juga. Dozie Siregar mengatakan “program yang selalu menjawab kebutuhan masyarakat”, begitu juga dengan Rioberson Tambunanan “Kami bangga, kelompok Tani Rap Maju Martani.”
Pada 12-13 Juni 2025, BI melakukan serangkaian acara sosialisasi dan edukasi QRIS di SMA 1 Padang Lawas Utara.Mereka berkumpul disebuah aula untuk mengedukasi gen Z yang smart dengan teknologi digital saat ini.Sosialisasi dan Edukasi QRIS merupakan program BI dalam mengenalkan sistem transaksi yang aman dan mudah.Mereka menyebutkan diri mereka “sobat rupiah”. Tini menyebutkan “dengan QRIS saya memiliki ewallet kemanapun saya pergi. Dan itu sangat mudah dan tidak perlu dompet tebal tebal jika saya hendak touring kemanapun.” Ujarnya simpul.
Selanjutnya pada tanggal 16 Juni 2025, BI mengadakan DIGICAMPUS DAY 2025 di kampus STIE Al- Washliyah Sibolga. Acara tersebut mengajak citizen untuk Go Digital dalam pengembangan karier dan UMKM.Kecerdasan buatan saat ini membantu segala sektor untuk meningkatkan daya saing serta transaksi yang aman dan amanah. BI sangat mendukung keberadaan QRIS, anjungan digital, E-Banking sebagai bentuk smart citizen dan berharap masyarakat sudah harus melek dan adaptif terhadap perubahan zaman, baik dalam bisnis, UMKM, transaksi hingga perdagangan.
Bagi penulis, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan QRIS atau Digital Banking saja dalam bertransaksi hingga menjalankan bisnis bagi UMKM. Namun juga digital economy sudah seharusnya merambah kemasyarakat dengan berbagai macam digital literatur yang dapat dipahami pelaku usaha hingga nelayan. Dengan bertambahnya awareness, BI berharap ekonomi dapat tercipta bagi nelayan di samudera biru, mendorong blue economy disetiap aspek kehidupan dan Upaya untuk memperbaiki keuangan dinegara ini.
Halomoan Sirait – Suara Massa












