Padangsidimpuan || – Adanya pengadaan tanah pertapakan puskesmas poken jior ada dugaan Mark up terkait kunjungan ketua DPRD kota Padang Sidempuan dan asisten ll serta kepala dinas PUPR,pemukiman dan perumahan (PERKIM).
Dalam kunjungan ketua DPRD kota Padang Sidempuan dan rombongannya melihat banyak kejanggalan di puskesmas tersebut sampai dengan masalah pengadaan tanah pertapakan.
Ketika dikonfirmasi oleh awak media ini Asisten ll mengatakan bahwa perawatan dan pengadaan tanah pertapakan puskesmas di tampung APBD senilai Rp 500.000.000 dan sempat terjadi adu mulut dengan para awak media karena tidak sesuai dengan nilai anggaran tanah pertapakan puskesmas tersebut.
Tanah pertapakan puskesmas diduga di beli dari seorang warga poken jior atas nama Elida menurut informasi adalah istri camat batu Nadu inisial R dan sempat awak media menghubungi camat batu Nadua melalui ponselnya dan membenarkan nama pemilik tanah pertapakan puskesmas tersebut bernama Elida.
Sesuai dengan hasil investigasi dan konfirmasi tentang asal usul tanah tersebut yang dulunya kebun salak dan tempat pembuangan sampah’warga tapi setelah adanya informasi terkait pembangunan gedung baru puskesmas maka tanah tersebut dibelidari warga dengan harga hanya puluhan juta saja.
Ketika salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa tanah pertapakan puskesmas tersebut adalah dulunya kebun salak dan tempat pembuangan sampah karena kondisi tanah nya pun berbentuk lereng, seumpama dijual dipastikan tidak ada orang yang mau beli, tukasnya.
Saat dikonfirmasi kadis Perkim kota Padang Sidempuan Imbalo Siregar tidak ada jawaban begitu juga ketua DPRD mengatakan masih dalam proses.
Begitu juga walikota Padang Sidempuan Ir Irsan Efendi Nasution ketika dikonfirmasi oleh awak media melalui telepon selulernya tidak ada jawaban sampai berita ini diterbitkan,*(Ismail Pasaribu)












