LEBAK – Warga Desa mekar baru kp situ RT, 001 RW,001, mengeluh sekaligus kecewa atas macetnya pekerjaan betonisasi yang menghubungkan ke jalan raya kecamatan Kopo kabupaten serang Provinsi banten.
Hal ini disampaikan, salah satu warga situ yang tak kunjung namanya di sebutkan kepada awak media mengatakan bahwa sangat kecewa terhadap proyek pembangunan jalan hingga kini pembangunannya tidak jelas penyelesaiannya alias mangkrak.
“Sampai sekarang kontraktor belum mengerjakan sama sekali jalan sepanjang 95 meter lebar nya 3 M,belum dikerjakan. Pekerjaan seperti ini terbengkalai, kemaren hanya di kerjakan cuma pengeras setelah itu tidak di lanjutkan di kerjakan, warga sekitar sangat kecewa,” ungkap warga.
Padahal jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya warga stempat dan pelintas sekitar karena merupakan akses jalan ini tebus ke jalan raya.
Dari pantauan awak media, proyek tersebut bersumber dari Pemerintah pusat dan Kabupaten serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Tahun Anggaran 2024 Kabupaten serang.
Jenis kegiatan jalan rebat betonasi,lokasi kampung pasir situ,RT,001RW,001,Volum P, 95,M L,3 M,T,0,15,M, Sumber dana DDS,tahun anggaran 2024,,,biaya,RP,78,009,300
Dengan jumlah anggaran pembangunan jalan rebat betonasi itu mencapai Rp.78,009,300, yang dikerjakan anggaran DDS, namun di papan inpormasi tidak tercantum nama CV atau PT nya.
Kami sangat kecewa dengan realisasi pekerjaan proyek jalan tersbut Belum ada tanda-tanda untuk di kerjakan hingga tuntas,” kata salah satu warga kepada wartawan.
Sementara warga lainnya menuturkan, proyek jalan tersebut belum juga di kerjakan sudah beberapa Minggu, padahal anggaran nya sudah jelas ada kenapa belum juga di kerjakan, sama saja ini mah proyek mangkrak diduga siluman.
Papan inpormasi nya pun aneh ko di pasang belakang pohon seperti di sembunyikan dan tidak mau di ketahui oleh warga, maupun wartwan dan lain nya.
Kami sangat kecewa dengan realisasi pengerjaan proyek jalan kp situ,sampai saat ini belum ada tanda-tanda mau lanjut sedangkan pengerjaan hanya sekali di lakukan cuma pengamparan, setelah itu tidak lagi di lanjutkan pengecoran, diduga proyek tersebut siluman.
Masyarakat hanya berharap pengerjaannya segera di selesai kan dan di kerjakan jangan sampai mangkrak seperti ini, dan semua masyarakat ingin menikmati hasil nya dan harus sesuai aturan yang ada,” katanya.
Pewarta:mad/jul
Kaperwil provinsi banten












