LEBAK – Program pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak di Kantor Kecamatan Maja, Kamis (19/03/2025), mendapat sorotan dari para aktivis setempat. Ketua Forum Aktivis Maja, Kang Maman, menilai bahwa pelaksanaan pasar murah tersebut tidak tepat sasaran, karena mayoritas penerima manfaat justru berasal dari kalangan ekonomi mampu.
“Yang mendapatkan manfaat banyak dari PNS serta kolega perangkat desa, sementara masyarakat biasa hanya menjadi penonton,” ujar Kang Maman.
Ia berharap program pasar murah benar-benar dapat membantu masyarakat kurang mampu, terutama di bulan Ramadan, di mana harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan. Kang Maman juga mengingatkan agar program ini tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk meraih keuntungan dengan menjual kembali barang subsidi tersebut dengan harga tinggi.
Senada dengan itu, aktivis Maja lainnya, Endin Bek, mengkritisi sistem pembagian kupon yang dinilai tidak transparan. “Sistem penyaluran kupon harus direvisi kembali agar terbuka dan transparan, supaya tepat sasaran,” tegasnya.
Wakil Ketua Gabungan Solidaritas Indonesia (Gabsi) Lebak, Suganda, S.Pd, bahkan menilai bahwa ketidaktepatan sasaran dalam pasar murah ini merupakan bentuk Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). “Program pemerintah ini seharusnya membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, bukan malah dinikmati oleh kalangan PNS dan perangkat desa Kecamatan Maja,” ujarnya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi via WhatsApp mengenai dugaan pasar murah yang hanya dinikmati oleh kalangan tertentu, Ali selaku panitia pasar murah tidak memberikan tanggapan kepada awak media.
(Pewarta: Mad/Jul | Kaperwil: Provinsi Lebak, Banten)












