Rokan Hulu — Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tetap memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan penghubung antar kecamatan melalui program swakelola pada tahun anggaran 2026. Kebijakan ini ditempuh di tengah penerapan efisiensi keuangan daerah, dengan fokus pada ruas-ruas strategis yang menopang mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi lintas wilayah.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab Rohul mulai merealisasikan perbaikan jalan di sejumlah titik yang dinilai mengalami kerusakan cukup parah. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah I PUPR Rohul saat ini tengah melakukan pengerjaan pada ruas Jalan Rambah Utama menuju Desa Pasir Makmur, Jalan Rambah Utama menuju Desa Pasir Maju, serta ruas jalan penghubung Desa Sempurna Alam menuju Kepenuhan Jaya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Rokan Hulu, H. Zulfikri, ST melalui Kepala Bidang Bina Marga PUPR Rohul, Resqi Rades, ST, mengatakan penetapan prioritas perbaikan tersebut dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan jalan dan urgensi pelayanan publik.
“Di tengah efisiensi anggaran, kami memfokuskan penanganan pada jalan penghubung antar kecamatan karena fungsinya sangat vital. Kerusakan di beberapa titik cukup signifikan, terutama akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Resqi Rades, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, total panjang jalan yang ditangani melalui program swakelola tahun 2026 ini mencapai 4,5 kilometer. Rinciannya, sepanjang 2 kilometer berada pada ruas jalan Desa Sempurna Alam menuju Kepenuhan Jaya. Sementara ruas Jalan Rambah Utama menuju Desa Pasir Makmur ditangani sepanjang 1,5 kilometer dan ruas Jalan Rambah Utama menuju Desa Pasir Maju sepanjang 1 kilometer.
Menurut Resqi, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi PUPR Rohul untuk menjaga konektivitas wilayah, khususnya di wilayah kerja UPTD Wilayah I yang membawahi empat kecamatan, yakni Rambah, Rambah Hilir, Rambah Samo, dan Bangun Purba. Keempat kecamatan ini memiliki tingkat mobilitas masyarakat yang cukup tinggi, baik untuk kegiatan pertanian, perdagangan, maupun sosial.
“Kami ingin memastikan akses antar kecamatan tetap terjaga dengan baik. Jalan ini menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian, aktivitas ekonomi, serta pelayanan masyarakat,” katanya.
Selain itu, percepatan pengerjaan menjadi perhatian utama agar perbaikan jalan dapat diselesaikan sebelum memasuki bulan Ramadan. Hal ini dinilai penting untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang dan selama bulan suci.
“Pekerjaan terus kita gesa agar sebelum Ramadan kondisi jalan sudah layak dilalui dan tidak menghambat aktivitas warga,” tambahnya.
Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Ujang (45), warga Desa Sempurna Alam, mengapresiasi langkah Pemkab Rohul yang dinilainya tetap berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat meski kondisi keuangan daerah terbatas.
“Kami sangat berterima kasih. Jalan ini setiap hari kami lalui untuk ke kebun dan membawa hasil panen. Walaupun anggaran terbatas, pemerintah tetap memprioritaskan perbaikan jalan,” ujarnya.
Ia berharap perbaikan infrastruktur jalan dapat dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat, khususnya petani dan pedagang yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada kelancaran akses transportasi.












