Pelalawan – Balai Seminai di Komplek Rumah Dinas Bupati Pelalawan dipenuhi suasana haru pada Senin malam (30/12/2024), pukul 20.00 WIB. Acara tersebut menjadi momen penuh kehangatan untuk saling memaafkan dan memberikan semangat baru bagi perjalanan ke depan. Acara ini digelar untuk melepas Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah (Sekda) Pelalawan, H. Abdul Karim SH, M.Si, yang resmi memasuki masa purna tugas mulai 1 Januari 2025.
H. Abdul Karim telah mengabdikan dirinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 30 tahun, dengan satu tahun terakhir menjabat sebagai PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan. Dalam sambutannya, Abdul Karim mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bupati Pelalawan, H. Zukri SM, yang telah mempercayakan dirinya mengemban tugas sebagai Sekda hingga akhir masa jabatan.
“Terima kasih kepada Pak Bupati H. Zukri atas kepercayaan dan amanah yang diberikan selama ini. Juga kepada kepala OPD dan seluruh perangkat di lingkungan Pemkab Pelalawan yang telah bekerja sama dalam menjalankan program pemerintah,” ujar Abdul Karim.
Ia juga mengingatkan pesan Bupati yang selalu menjadi pedoman, “Kita harus bekerja secara tulus dan ikhlas.”
Sementara itu, Bupati Pelalawan, H. Zukri SM, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Abdul Karim selama bertugas. Menurut Bupati, Abdul Karim adalah sosok yang tegas, teliti, dan memiliki komitmen kuat dalam menyelesaikan tugas.
“Pak Abdul Karim adalah Sekda yang tahan lama bekerja di kantor, tidak mudah dipengaruhi, dan sangat teliti. Dedikasinya sungguh luar biasa. Semoga segala amal baik selama bertugas menjadi ASN dan Sekda Pelalawan memperoleh berkah dan pahala dari Yang Maha Kuasa,” ucap Bupati.
Bupati Zukri juga mendoakan agar Abdul Karim tetap sehat dan menikmati masa pensiunnya, sembari berharap semangatnya untuk terus membangun Kabupaten Pelalawan tetap terpatri.
“Meskipun sudah tidak berada di lingkup pemerintahan, kita harapkan beliau tetap menjalin silaturahmi dan memberikan kontribusi untuk kemajuan Pelalawan,” tutup Bupati.
Acara tersebut menjadi momen penuh makna, menandai akhir perjalanan pengabdian Abdul Karim sebagai ASN dan awal masa baru dalam kehidupannya.












