BeritaSosial

Stok Darah Menipis, PMI Rohul Gerak Cepat Gandeng OPD Wajibkan Donor Rutin

367
×

Stok Darah Menipis, PMI Rohul Gerak Cepat Gandeng OPD Wajibkan Donor Rutin

Sebarkan artikel ini

ROKAN HULU – Menyikapi kondisi stok darah yang kian menipis dan berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Rokan Hulu mengambil langkah tegas dan strategis. Di bawah komando dr. Yeni Dwi Putri, PMI Rohul resmi menjalin kerja sama formal melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Senin (6/4/2026).

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan ketersediaan darah tidak bisa lagi ditangani secara sporadis, melainkan harus melalui gerakan kolektif yang terstruktur dan berkelanjutan. Kerja sama lintas instansi ini digagas sebagai upaya konkret untuk menjamin ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam kondisi darurat medis yang menuntut respons cepat.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

MoU tersebut bukan sekadar seremoni administratif. Salah satu poin utama dalam kesepakatan itu adalah instruksi kepada setiap pimpinan OPD agar secara aktif menggerakkan seluruh staf dan jajarannya untuk melakukan donor darah secara rutin di PMI Rokan Hulu. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan sistem pasokan darah yang stabil dan terukur.

“Kami ingin memastikan bahwa stok darah di Rokan Hulu tetap berada pada titik aman. Dengan adanya MoU ini, setiap OPD diharapkan memiliki jadwal donor darah rutin, sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi tanpa hambatan,” tegas dr. Yeni Dwi Putri.

Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat namun penuh semangat kemanusiaan tersebut, terlihat antusiasme dari sejumlah instansi pemerintah. Hingga Senin siang, tercatat dari 30 OPD yang diundang, sebanyak 19 OPD telah hadir dan menandatangani kesepakatan kerja sama. Sebagai bentuk komitmen awal, rata-rata setiap OPD langsung mengirimkan sekitar 10 orang pendonor untuk mengikuti kegiatan donor darah perdana.

Meski demikian, PMI Rohul masih menunggu kehadiran 11 OPD lainnya untuk melengkapi kekuatan gerakan kemanusiaan ini. Partisipasi menyeluruh dari seluruh instansi dinilai sangat krusial untuk memastikan target pemenuhan kebutuhan darah dapat tercapai secara konsisten.

Ketua PMI Rohul juga memaparkan bahwa untuk mencapai kondisi pelayanan kesehatan yang ideal atau “titik aman”, Kabupaten Rokan Hulu membutuhkan sedikitnya 3.000 kantong darah setiap tahun. Angka tersebut bukan sekadar target administratif, melainkan kebutuhan riil yang harus dipenuhi demi keselamatan pasien di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.

Selain menggandeng sektor pemerintahan, PMI Rohul turut mengajak masyarakat luas untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan layanan transfusi darah.

“Mari kita sumbangkan darah kita untuk membantu sesama. PMI Rohul selalu siap melayani masyarakat yang ingin donor kapan saja. Setetes darah yang kita berikan bisa menjadi harapan hidup bagi orang lain,” pungkas dr. Yeni.

Dengan kolaborasi lintas instansi yang mulai digerakkan secara sistematis ini, PMI Rohul optimistis krisis stok darah dapat dicegah. Lebih dari itu, langkah tegas ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya sistem pelayanan kesehatan yang sigap, tangguh, dan tidak lagi terguncang oleh kekurangan darah saat nyawa manusia dipertaruhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *