Berita

Tanaman Rehabilitasi DAS di Desa Bagan Limau Dirusak, Masyarakat Desak Tindakan Tegas dari Balai TNTN

1584
×

Tanaman Rehabilitasi DAS di Desa Bagan Limau Dirusak, Masyarakat Desak Tindakan Tegas dari Balai TNTN

Sebarkan artikel ini

Pelalawan – Pemerintah melalui Kementerian KLHK mengalokasikan dana besar untuk rehabilitasi daerah aliran sungai di wilayah Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), terutama di Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Sayangnya, pada Jumat, 27 Desember 2023, tanaman rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang telah tumbuh besar dan diserahkan kepada TNTN oleh subkontraktor mengalami pengerusakan. Laporan dari masyarakat Desa Bagan Limau, yang juga merupakan pengurus Kelompok Tani Hutan (KTH), mengindikasikan bahwa sekelompok individu, diduga anggota KTH setempat, merusak tanaman rehabilitasi DAS.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Di lapangan, kami menemukan banyak tanaman rehap DAS yang sudah di tumbangkan dan dibunuh, seperti pulai jengkol dan lain-lain,” ungkap salah satu warga.

Tidak hanya itu, diduga pelaku pengerusakan adalah anggota KTH lainnya dari Desa Bagan Limau. Setelah menyelidiki langsung, laporan diteruskan ke Balai TNTN melalui Kepala Seksi 1, Didin Hartoyo

Pihak masyarakat mendesak agar Balai TNTN mengambil tindakan tegas dalam pengawasan dan penjagaan terhadap kawasan rehabilitasi DAS di Desa Bagan Limau.

Heru kepala Balai TNTN melalui Didin Hartoyo kepala seksi 1 menyatakan bahwa mereka telah turun ke lokasi pengerusakan setelah melakukan pengawasan. Jahidin menambahkan, “Kami menemukan tanaman rehap DAS yang rusak dan akan mencoba menyelesaikan permasalahan dengan mempertemukan kedua kelompok tani hutan di desa ini.”

Ketua DPD Pelalawan Aliansi Jurnalis Penyelamat Lingkungan Hidup (AJPLH), Amri, mengkritik kelemahan pihak Balai TNTN dalam pengawasan dan penindakan terhadap pengerusakan tanaman rehabilitasi DAS yang sudah tumbuh besar. Amri menekankan perlunya tindakan efektif sebagai respons terhadap laporan masyarakat dan bukti di lapangan.

Amri juga menyoroti kondisi lapangan di mana banyak tanaman rehabilitasi DAS gagal tumbuh karena pertumbuhan subur tanaman kelapa sawit di area rehabilitasi. Ia menutup pernyataannya dengan, “Bagaimana mungkin tanaman rehabilitasi tumbuh besar jika kelapa sawit terus dipelihara di area tersebut.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *