Berita

Terlihat Semua Orang Lewat: SDN 38 Kaur di Jalan Nasional Rusak Parah, Di Tengah Dana Revitalisasi APBN Mengalir

26
×

Terlihat Semua Orang Lewat: SDN 38 Kaur di Jalan Nasional Rusak Parah, Di Tengah Dana Revitalisasi APBN Mengalir

Sebarkan artikel ini

Kaur, Bengkulu ||Suaramassa,co,id||,— Pemandangan memprihatinkan sekaligus mencoreng wajah daerah menyambut siapa pun yang melintas di Jalan Nasional Lintas Barat Sumatera. Tepat di pinggir jalan utama tersebut, berdiri Sekolah Dasar Negeri (SDN) 38 Kaur, Desa Tanjung Aur, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Tiga ruang kelas utama di bangunan sekolah ini kini tercatat rusak parah, dinyatakan tidak layak, bahkan tidak dapat lagi dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kondisi kerusakan yang sangat berat ini teramati langsung di lokasi pada Sabtu (3/10/2026), di saat Pemerintah Kabupaten Kaur gencar menerima dan menyalurkan bantuan Dana Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 bersumber dari APBN.

Kerusakan yang terjadi menyeluruh dan mengancam keselamatan seluruh warga sekolah. Atap bangunan berlubang-lubang lebar, sehingga cahaya matahari, hujan, dan angin bebas masuk ke dalam ruangan. Sebagian plafon sudah jebol dan terancam runtuh sewaktu-waktu. Dinding yang dulunya tertata rapi kini catnya mengelupas habis, lapisan semennya retak dan rontok. Lantai pun tidak luput, terlihat pecah, berlubang, dan tidak rata di banyak bagian. Pintu, jendela, rangka bangunan, serta bagian penunjang lainnya ikut rusak berat. Akibatnya, ketiga ruang kelas tersebut sudah ditinggalkan dan tidak lagi digunakan untuk aktivitas belajar demi keselamatan guru maupun para siswa.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Letaknya yang berada tepat di pinggir Jalan Nasional Lintas Barat Sumatera menjadikan kondisi ini bukan sekadar urusan warga desa, melainkan cermin wajah Kabupaten Kaur yang dilihat ribuan orang setiap harinya. Pengguna jalan, pejabat, tamu, hingga warga dari berbagai daerah melintas di sini dan melihat langsung keterlantaran yang nyata. Di saat sekolah-sekolah lain mulai tampil dengan wajah baru, gedung tertata rapi, dan fasilitas memadai, SDN 38 Kaur justru terkesan diabaikan dan tertinggal jauh. Kenyataan ini memunculkan pertanyaan tajam: apakah perhatian pemerintah hanya sampai pada tempat yang dipersiapkan khusus, atau belum melihat apa yang terbuka di depan mata semua orang?

Edison, pemuda Kabupaten Kaur yang kesehariannya juga berperan aktif sebagai kontrol sosial di tengah masyarakat, menyampaikan sorotan tajam sekaligus harapan yang mendesak setelah meninjau langsung lokasi sekolah tersebut. “Sekolah ini sangat layak dan sangat mendesak mendapatkan perhatian, baik melalui Dana Revitalisasi APBN maupun dari Dana Alokasi Umum dan APBD Kabupaten Kaur. Terletak tepat di jalan nasional, semua orang bisa melihat kondisinya. Bagaimana kita membicarakan kemajuan pendidikan jika gedungnya saja dibiarkan hancur seperti ini? Ini bukan sekadar soal bangunan, melainkan hak dasar anak-anak untuk tumbuh cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing,” tegasnya.

Kondisi ini menampakkan satu pertanggungjawaban yang harus dijawab bersama: di mana letak kelalaiannya? Apakah dari pihak sekolah yang belum cukup menyuarakan kondisi riil, atau justru pemerintah daerah beserta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang belum cukup turun ke bawah untuk melihat langsung kenyataan yang terbuka lebar ini? Tidak seharusnya ada satupun sekolah yang dibiarkan rusak berat dan tidak terurus di saat anggaran pembenahan pendidikan terus mengalir. Pemerataan pembangunan wajib menjadi prioritas — bukan hanya di tempat tersembunyi, melainkan terutama di tempat yang menjadi gerbang identitas daerah ini.

Pendidikan adalah fondasi masa depan suatu daerah. Jika gedung tempat anak-anak menuntut ilmu saja dibiarkan rusak dan tidak terurus, bagaimana generasi penerus dapat tumbuh cerdas, berkarakter kuat, dan mampu bersaing setara dengan daerah lain? Kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari kurikulum di atas kertas, melainkan dari kenyataan yang dirasakan setiap hari: ruang belajar yang aman, nyaman, bersih, dan membanggakan. Fasilitas yang memadai bukan kemewahan, melainkan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap pihak yang memegang amanah untuk rakyat.

Hingga berita ini diturunkan, keterangan resmi serta tanggapan dari Kepala Sekolah SDN 38 Kaur maupun jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur masih terus diupayakan. Masyarakat berharap pemberitaan ini tidak sekadar lewat, melainkan memicu langkah nyata dan cepat — perbaikan menyeluruh serta pemulihan berkelanjutan — agar ketiga ruang kelas yang kini rusak itu segera kembali layak digunakan. Bukan hanya demi anak-anak di sana, tetapi demi nama baik Kabupaten Kaur yang dilihat setiap orang yang melintas di jalan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *