Berita

Bersama Masyarakat, Ketua DPC LSM PAKAR Sergei Geruduk Kantor Desa Penggalangan, Suami Kades Pasang Badan Sampai Ancam Warga

268
×

Bersama Masyarakat, Ketua DPC LSM PAKAR Sergei Geruduk Kantor Desa Penggalangan, Suami Kades Pasang Badan Sampai Ancam Warga

Sebarkan artikel ini

Serdang Bedagai, Sumut – Suaramassa.co.id – Kisruh yang sempat terjadi beberapa hari lalu di Desa Penggalangan, Kec, Tebing Syahbandar, Kab.Serdang Bedagai Sumatera Utara, diawali dari adanya saluran Bantuan Sosial (BANSOS) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa Sembako jenis Beras yang seharusnya disalurkan Pemerintah Desa tepat waktu dan tepat sasaran.

Atas kekisruhan yang terjadi akhirnya warga masyarakat menyampaikan keluhan ke DPC Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PAKAR. Setelah mendapat laporan dari masyarakat yang ada di Desa Penggalangan, dan juga menerima kuasa dari perwakilan masyarakat. Ahirnya Esti Br Pandiangan selaku Ketua DPC LSM Pakar Sergai bersama anggotanya mendatangi Kantor Desa Penggalangan, untuk mengonfirmasikan laporan yang diterima dari masyarakat. ketika di konfirmasi Awak Media menceritakan bahwa iya dan anggota nya telah mendatangi kantor Desa Penggalangan.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“ Iya bang, kita telah menerima pengaduan dari masyarakat terkait adanya Dugaan penyalahgunaan jabatan, dan diduga kades menimbun Sembako yang mana sembako jenis beras. Bantuan Sosial (Bansos) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) adalah hak masyarakat. Dimana informasi yang kita dapat langsung dari masyarakat yang merasa terdzolimi,kak. dan kita juga telah menerima kuasa dari masyarakat terkait permasalahan yang terjadi beberapa hari yang lalu, Terang Esti Br Pandiangan”,
Senin,(26/02/24).

Lanjut, ketua Dpc LSM Pakar Sergai,yang biasa di sapa Br Pandiangan. Setelah itu saya dan juga tim turun ke lokasi untuk konfirmasi langsung ke Kades nya Ibu Boini. Tapi malah terjadi keributan, Yang mana kades tak mau ketemu dengan saya selaku ketua Dpc LSM Pakar Kab. Serdang Bedagai dan juga tim saya. Beber Esti Br Pandiangan.

Tetapi yang muncul malah suami dari Kades bersama dengan kroni-kroni nya. Dan dengan arogan, kroni-kroni nya mengatakan

“MINTA AJA BERAS PKM KE LSM Pakar”. Ucap Esti Br Pandiangan menirukan.

Masyarakat yang mendengar sontak langsung marah. Dan yang lebih ironisnya Suami dari kades tersebut membisikkan kepada seorang pengurus Lsm Pakar, dengan nada Ancaman,

“KUHABISI NANTI KAU”

Dan kroni-kroni nya mengatakan
Kalian semua yang gak dapat beras penghianat.

Untuk masyarakat menyimpulkan mungkin karena mereka tidak memilih suami kades tersebut, mereka dianggap penghianat, Bang. Dan terjadilah keributan. Terang Esti Br Pandiangan

Kemudian Sang suami kades menyuruh masyarakat untuk mengarah ke kantor POS.

“Pergi saja ke kantor POS Lihat beras kalian di sana”. Ambil sendiri ”. Br Pandiangan menirukan bahasa Suami dari Kepala Desa Boini.

Setelah Mendengar hal itu masyarakat pun membuktikan Langsung dan pergi ke kantor pos yang ada di Kab.Sergai.
.
Sesampainya disana.
masyarakat bertanya tentang bantuan beras untuk 180 Kartu Keluarga (KK) yang belum di dapat mereka.

Informasi dari pegawai Kantor POS setelah di Kroscek, pegawai mengatakan beras sudah diambil pihak Kepala Desa Penggalangan. Kemudian masyarakat meminta surat bukti bahwa kades penggalangan sudah mengambil beras tersebut, yang di infokan pihak kantor POS, Dan dari pihak kantor POS pun memberikan bukti Surat Beras PKM tersebut yang sudah diberikan ke Kades. Dan surat tersebut
Lengkap dengan stempel. Bebernya pada awak media.

Selanjutnya, Setelah kita konfirmasi Dari Dpc Lsm Pakar Sergai kepada pihak kades penggalangan.
Dengan licik nya kades penggalangan mengatakan Beras untuk 180 orang tersebut ada di kantor.
Mengatakan masyarakat yang gak mau mengambil. Warga langsung geram mendengar hal tersebut. Silakan masyarakat mengambilnya.
Dan mengatakan ada politik untuk menjatuhkan suaminya dari pencalegkan yang menang dari
PDIP Dapil 5. Jelas nya.

“Yang menjadi pertanyaan, Kenapa setelah masyarakat repot kesana kemari, kades baru mengaku beras nya ada di kantor nya??.”

Apakah sengaja agar masyarakat tahu bahwa beras tersebut dari pribadi suaminya??
Atau kades sengaja agar masyarakat dipaksa untuk memilih suaminya yang nyaleg agar menang??

Apakah hal seperti ini bisa ditolerir oleh Kecamatan, maupun pihak Bupati Sergai, jika melihat dan mendengar masyarakat yang dipersulit untuk bantuan pangan yang seharusnya menjadi Hak masyarakat? Ucap salah seorang warga.

Adanya kuasa dari masyarakat. Maka Dpc Lsm Pakar Akan Melakukan Aksi damai besar besaran dalam waktu dekat ini. Dan meminta pihak kepolisian dan Kejaksaan untuk memeriksa kades Penggalangan dan suaminya dan apabila terbukti bersalah maka pihak Aparat Penegak Hukum (APH) siap untuk memeriksa Kades yang diduga sudah menyalah
gunakan jabatan, Dugaan menggelapkan bantuan bansos Pkm dan juga dimana suami dari kades tidak ada kaitan dengan kerja istri kades Boini hingga meresahkan masyarakat .

Warga masyarakat berharap kepada Bupati agar menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut khususnya di Desa Penggalangan, Kec Tebing Syahbandar, Kab.Serdang Bedagai, agar hal tidak terulang kembali, dan kita juga meminta kepada seluruh Kepala Desa (Kades) agar lebih mementingkan kepentingan masyarakat ketimbang urusan pribadinya, Pungkasnya.

Terpisah melalui sambungan WhatsApp terkait adanya Dugaan tersebut, Kepala Desa (Kades) Pengagalangan Boini tidak menjawab saat di konfirmasi Awak Media pada Senin 26 februari 2024 hingga berita ini di tayangkan.

Begitu juga dengan Alfian Purba selaku Camat Tebing Syahbandar, setelah di konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada hari Senin (26/02/2024) saat di tanyakan awak Media, terkait sangsi apa yang akan di buat jika terbukti melanggar ketentuan, mengengingat di wilayah kerja nya di Kecamatan Tebing Syahbandar tidak menjawab dan tidak merespon pertanyaan.** H²

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *