BeritaSosial

Goro Bersihkan TPU, Desa Manau Sembilan Libatkan Pihak Kecamatan

786
×

Goro Bersihkan TPU, Desa Manau Sembilan Libatkan Pihak Kecamatan

Sebarkan artikel ini

Kaur, Suaramassa.co.id – Suasana penuh semangat menyelimuti kawasan tempat pemakaman umum (TPU) Desa Manau IX Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur, Jumat (11/6). Puluhan warga bersama Perangkat Desa, Camat Padang Guci Hulu Arbi Sairani,S.IP bergotong royong membersihkan area pemakaman dalam kegiatan kerja bakti yang sarat makna kebersamaan.

Kegiatan ini digagas oleh pemerintah Desa Manau IX 1 dengan Camat Padang Guci Hulu dengan tujuan menciptakan lingkungan TPU yang bersih, rapi, dan nyaman, serta sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang dimakamkan di sana.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Kepala Desa Gunawan menyampaikan bahwa kerja bakti ini adalah bentuk nyata dari nilai gotong royong yang terus dijaga oleh masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari seluruh elemen warga. Mulai dari perangkat desa hingga masyarakat umum turut andil. Kami ingin menciptakan pemakaman yang bersih dan indah, sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan kita bersama,” ujarnya.

Sejak pagi, warga mulai berdatangan dengan membawa alat-alat kebersihan seperti cangkul, sapu, sabit, dan penggaruk daun. Mereka membersihkan rumput liar, sampah, dan dedaunan kering yang berserakan di sekitar makam. Beberapa warga tampak mengecat ulang nisan yang mulai pudar warnanya, sementara yang lain merapikan jalan setapak agar lebih nyaman dilalui.

Camat Padang Guci Hulu Arbi Sairani,S.IP, mengungkapkan rasa bangganya dapat ikut serta dalam kegiatan ini.

“Kebersihan makam ini adalah tanggung jawab kita bersama. Selain menjaga lingkungan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antar warga,” katanya.

Semangat gotong royong yang terpancar dalam kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat di tempat lain untuk terus menjaga tradisi bekerja bersama demi kebaikan bersama. Tak hanya membersihkan makam, warga juga melaksanakan doa bersama di penghujung kegiatan sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan terhadap mereka yang telah tiada.

Kerja bakti ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian sosial adalah warisan budaya yang harus terus dilestarikan di tengah kehidupan modern saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *