BeritaSosial

Kisah Pilu Ibu Muda NS di Rokan Hulu: Melahirkan Tanpa Suami, Ditolak Rumah Sakit, dan Kini Terlilit Kesulitan Ekonomi

1404
×

Kisah Pilu Ibu Muda NS di Rokan Hulu: Melahirkan Tanpa Suami, Ditolak Rumah Sakit, dan Kini Terlilit Kesulitan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Rokan Hulu — Sebuah kisah pilu menggugah hati masyarakat Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Seorang ibu muda berinisial NS, warga Kecamatan Bangun Purba, harus menjalani proses persalinan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan: tanpa didampingi suami, tanpa keluarga, dan sempat ditolak oleh rumah sakit karena alasan administratif dan finansial.

NS, yang berasal dari Sumatra Utara dan telah lama merantau ke Riau, ditinggalkan suaminya beberapa bulan lalu tanpa kejelasan. Saat usia kehamilannya menginjak masa kritis, ia mengalami kontraksi hebat. Namun upayanya mencari pertolongan medis sempat kandas ketika RS Surya Insani menolaknya karena tidak ada penanggung jawab yang dapat menjamin biaya pengobatan maupun administrasi.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Kabar memilukan ini sampai ke telinga Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Rokan Hulu, Ramlan Lubis, yang langsung mengambil tindakan. “Mendengar kondisi NS, kami langsung bergerak. Ini bukan sekadar tugas lembaga, tapi panggilan kemanusiaan,” tegas Ramlan.

Ramlan menjemput NS dan membawanya ke RSUD Rokan Hulu. Di sana, NS segera ditangani meski dengan sejumlah kendala, termasuk kelangkaan darah golongan B yang dibutuhkannya untuk operasi caesar. Berkat upaya bersama para relawan, dua kantong darah berhasil didapatkan. Operasi berlangsung lancar dan NS melahirkan seorang bayi perempuan dalam keadaan selamat.

Namun perjuangan NS belum usai. Ia kini menghadapi tekanan ekonomi yang berat. Tunggakan iuran BPJS Kesehatan membuatnya kesulitan mendapatkan layanan lanjutan. Selain itu, ia tidak memiliki penghasilan tetap dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar bayi seperti susu, popok, dan perlengkapan lainnya.

“NS tidak bisa langsung bekerja. Ia perlu pemulihan dan dukungan nyata. Ini bukan sekadar soal simpati, tapi soal tanggung jawab kita sebagai masyarakat dan pemerintah,” ujar Ramlan.

Ramlan mendesak Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dan Baznas Rohul untuk segera turun tangan. Ia menuntut pelunasan tunggakan BPJS NS, bantuan pangan, dan kebutuhan bayi sebagai bentuk kehadiran negara di tengah rakyat yang sedang kesusahan.

“Kita tidak boleh tinggal diam. Negara harus hadir untuk rakyat kecil. Kisah ini adalah potret nyata ketimpangan akses kesehatan, terutama bagi perempuan yang hidup dalam keterbatasan tanpa perlindungan,” ujarnya tegas.

Kisah NS kini menjadi sorotan publik dan mengetuk hati banyak orang. Di tengah seruan solidaritas, masyarakat berharap agar tragedi kemanusiaan seperti ini tidak lagi terulang. NS dan bayinya adalah pengingat bahwa di balik angka dan kebijakan, ada nyawa dan harapan yang menanti uluran tangan kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *