Pekanbaru suaramassa.co.id – Karya Bakti Masyarakat (KBM) Membangun Desa Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning yang dilaksanakan di Kecamatan Mempura Kabupaten Siak. Mahasiswa kelompok tujuh gotong royong membersihkan pemakaman umum setempat Benteng Hulu Laut. Kamis, 20/07/2023
Salah satu program kegiatan pengabdian yang diusung peserta KBM Membangun Desa oleh kelompok tujuh tidak lepas dari kegiatan-kegiatan yang bisa membantu masyarakat setempat, guna untuk mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi disetiap individual mahasiswa.
Kelompok yang diketuai oleh Eduardus Halawa mewakili tim menyampaikan “dalam pelaksanaan program kerja, kami terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada Penghulu Kampung (Kepala Desa)
Untuk memperlancar kegiatan yang akan kami lakukan tentunya ada komunikasi terhadap masyarakat setempat.
Tujuannya adalah supaya pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar dan diterima baik oleh masyarakat.”
Gotong Royong Pembersian tempat makam umum Benteng Hulu Laut dilaksakan oleh mahasiswa KBM Membangun Desa oleh kelompok tujuh dengan membersihkan batu nisan dan membabat rumput dikawasan antara batu nisa yang berjajar, dengan menggunakan cangkul dan parang yang disediakan oleh ketua RT setempat, kegiatan ini berlangsung selama 90 menit.
“Kami dari kelompok tujuh sangat berterima kasih dan mengapresiasi terhadap Pak Saddam (Penghulu Kampung), ketua RT dan masyarakat setempat Beteng Hulu Laut yang sudah memberikan kami kesempatan untuk melaksanakan kegiatan pengabdian “membangun desa” untuk meningkatkan kemampuan interaksi aktif dan langsung ditengah-tengah masyarakat.”
Hasan Basri, S.Ag, S.H., M.H. Selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sangat mensuport dan mendukung setiap kegiatan kelompok tujuh dan mengarahkan setiap anggota untuk mengambil bagian dalam pelaksanaan setiap program kerja selama mengikuti kegiatan KBM “Membangun Desa” terkhusus mahasiswa dari kelompok tujuh yang menjadi mahasiswa bimbingan beliau. Beliau menyampaikan “silahkan langsungkan program kerja dengan tim yang bersentuhan langsung dengan warga setempat, dan berdampak langsung dengan warga, tentunya mahasiswa memiliki ide dan gagasan tersendiri,” ucap Beliau.
Kosengan Zai












