Scroll untuk baca artikel
Berita

Merasa Dirugikan, Kepala Sekolah Di Kecamatan Krucil Melaporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Instansinya

1364
×

Merasa Dirugikan, Kepala Sekolah Di Kecamatan Krucil Melaporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Instansinya

Sebarkan artikel ini

Probolinggo – Kepala Sekolah MTS Hayatul Islam, Desa Roto, Kecamatan Krucil, Khoirul Fathona resmi melaporkan seorang oknum wartawan ke Polres Probolinggo, (30/5/2024) siang.

Ia melaporkan seorang oknum wartawan, atas dugaan pemberitaan yang tidak berdasarkan fakta sebenarnya.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Khoirul mengatakan, bahwa pelaporan ini berkaitan dengan adanya pemberitaan yang sebelumnya mencemarkan nama baik dirinya. Tidak hanya itu, isi muatan pemberitaan itu juga memberikan implikasi negatif pada yayasan pendidikan yang ia pimpin saat ini, yakni MTS Hayatul Islam Desa Roto.

“Tepat pada tanggal 30 April, sekitar pukul 10.58 WIB, saya mendapat pesan WhatsApp dari SHR, oknum wartawan. Saya kaget, pas buka WA ada pesan dari SHR, ternyata dia mengirim 2 pesan yang dihapus dan ada link pemberitaan tentang saya,” ungkap Khoirul Fathona.

Selanjutnya, ia mengatakan tidak begitu menghiraukan pemberitaan tersebut. Namun 3 hari kemudian, Khoirul kembali dikirimkan link tautan pemberitaan yayasannya.

Khoirul pun mengatakan, “Saya berinisiatif mengkonfirmasi pada oknum wartawan tersebut. Namun ia, (SHR) menjawab untuk konfirmasi saja pada Polres Probolinggo. Saya juga sudah mempersilahkan SHR untuk datang ke yayasan, namun dia tidak datang,” katanya.

Pada akhirnya, Khoirul pun mengadakan rapat internal yayasan. Ia mengungkapkan juga sudah berkoordinasi dengan Kemenag Kabupaten Probolinggo. Dari hasil rapat tersebut, ia dan pihak yayasan memutuskan untuk mengambil langkah hukum. Sebelumnya, Khoirul mengirim surat somasi dan pengaduan kepada Dewan Pers.

“Hari ini kami pihak yayasan melaporkan SHR pada Polres Probolinggo. Kami pun sudah menyimpan screenshoot percakapan WhatsApp yang kami anggap fitnah dan pencemaran nama baik. Hal tersebut merugikan saya dan yayasan Hayatul Islam,” ungkap Khoirul dengan tegas.

Saat di SPKT Polres Probolinggo, Khoirul Fathona juga menanyakan perihal pelaporan dirinya. Namun, pihak Polres Probolinggo menyatakan, jika memang telah dilaporkan tentu ada pemanggilan dirinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *