Peristiwa

Oknum karyawan PT. RAPP Melakukan Pencemar Nama Baik di Media Sosial

277
×

Oknum karyawan PT. RAPP Melakukan Pencemar Nama Baik di Media Sosial

Sebarkan artikel ini

Pelalawan (suaramassa.co.id ) –Diketahui pada sebuah akun media sosial Facebook milik oknum karyawan PT. Riau Andalan Pulp & Paper yang menggunakan baju seragam kerja maintanence warna biru pada foto profilnya bernama inisial AD membuat postingan di market place Buka Lapak Pelalawan dan PJBO Pangkalan Kerinci dengan tulisan “Izin min…. hati-hati dengan orang ini. Tukang tipu,” sebutnya pada dua group market Place. Pada Rabu, (17/5/2023).

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Selanjutnya pada postingan yang berisi tulisan izin min…. Hati-hati dengan orang ini. Tukang tipu, ia menyertakan foto seorang wanita bersama dengan foto kedua anak dibawah umur, sehingga beberapa netizen yang berkomentar kenapa foto anak-anak dalam postingan itu tidak di blur.

Diketahui anak dalam foto tersebut masih duduk di bangku Sekolah Dasar jenis kelamin perempuan, sehingga beberapa orang menghubungi orang tua anak tersebut ingin penjelasan keterkaitan anak pada tulisan tukang tipu yang di posting AD tersebut.

Foto korban pencemar sebagai tukang tipu adalah seorang wanita yang berinisial HI dan ia mengatakan “Saya merasa dirugikan oleh pelaku karena sekitar 57.000 jiwa anggota pada dua group tersebut akan mengetahuinya dan dikhawatirkan saya dan anak saya akan mendapatkan bulian dari berbagai pihak kedepan, sehingga bisa mengakibatkan masa depan anak saya terganggu dan menurunkan prestasinya,” pungkasnya.

Pada hari Jumat, 19/5/2023 Korban melaporkan Pencemar nama baiknya di Polres Pelalawan agar dapat diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Penyidik menyampaikan “Kami akan memanggil korban 4 hari kedepan karena penyidikan akan tetap kami jalankan dan segera mengkoordinasikan di Polda Riau, untuk tindak lanjut kami akan menghubungi kembali,” jelas Penyidik Sat Reskrim Polres Pelalawan

Ditempat terpisah setelah Kepala Biro media jurnalpolisi.co.id mendapat laporan dari korban, sudah mencoba beberapa kali menghubungi AD melalui nomor handphone miliknya tetapi tidak dapat tersambung. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *