BeritaKeagamaanPemerintahan

Potang Bolimau, Ikhtiar Pensucian Diri dan Komitmen Pelestarian Adat Sambut Ramadhan 1447 H di Rokan Hulu

91
×

Potang Bolimau, Ikhtiar Pensucian Diri dan Komitmen Pelestarian Adat Sambut Ramadhan 1447 H di Rokan Hulu

Sebarkan artikel ini

ROKAN HULU – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama Lembaga Adat Melayu Rokan Hulu (LAMR Rohul) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat Melayu melalui pelaksanaan tradisi Potang Bolimau, Selasa (17/02/2026). Kegiatan sakral yang digelar di kawasan Pujasera Batang Lubuh, Pasir Pengaraian ini dilaksanakan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dan berlangsung dengan penuh khidmat, tertib, serta sarat makna religius dan budaya.

Tradisi Potang Bolimau bukan sekadar seremoni adat tahunan, melainkan ritual turun-temurun yang menjadi simbol pensucian diri lahir dan batin bagi masyarakat Melayu Rokan Hulu sebelum memasuki bulan penuh berkah. Momentum ini sekaligus menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai kebersamaan.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Rokan Hulu Anton, S.T., M.M., didampingi Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., Sekretaris Daerah M. Zaki, S.STP., M.Si., Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini, Ketua TP PKK dr. Yeni Dwi Putri, Ketua GOW Hj. Masni Taher, Ketua DWP Rohul Siska Irdaningsih, S.H., unsur Forkopimda, para Staf Ahli, Asisten, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.

Dari unsur adat, turut hadir Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Rohul Datuk Seri Drs. H. Yusmar Gelar Sutan Sulembang Rokan, para Raja di Lima Luhak, datuk ninik mamak, kaum bangsawan, tokoh adat, serta tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Rokan Hulu. Kehadiran lintas unsur ini menjadi penegasan bahwa adat, agama, dan pemerintahan merupakan satu kesatuan yang saling menguatkan dalam kehidupan masyarakat Melayu.

Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan salat Ashar berjamaah, sebagai simbol penguatan nilai spiritual. Selanjutnya dilakukan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim, sebagai wujud kepedulian sosial dan pengamalan nilai keislaman. Setelah itu, seluruh rombongan mengikuti prosesi arak-arakan menuju lokasi utama pelaksanaan Potang Bolimau dengan iringan adat yang menambah kekhidmatan suasana.

Pelaksanaan Potang Bolimau tahun ini memiliki makna tersendiri karena menjadi momen perdana di bawah kepemimpinan Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti. Dalam sambutannya, Bupati Anton menegaskan bahwa Potang Bolimau merupakan refleksi batin bagi seluruh elemen masyarakat untuk membersihkan diri, menata niat, serta memperkuat ukhuwah menjelang Ramadhan.

“Potang Bolimau adalah pengingat bahwa sebelum memasuki bulan suci, kita wajib membersihkan hati dari segala prasangka, memperbaiki hubungan antar sesama, dan memperkuat komitmen menjaga keharmonisan di tengah masyarakat,” tegas Bupati Anton.

Ia juga menegaskan bahwa pelestarian adat dan budaya merupakan bagian dari jati diri daerah yang tidak boleh tergerus oleh perkembangan zaman. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berdiri bersama lembaga adat dalam menjaga nilai-nilai luhur Melayu yang sejalan dengan ajaran agama.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Anton secara terbuka menyampaikan refleksi atas perjalanan pembangunan di Rokan Hulu. Ia mengakui bahwa masih banyak harapan masyarakat yang belum sepenuhnya dapat diwujudkan karena keterbatasan fiskal daerah.

“Dalam suasana Potang Bolimau yang penuh keikhlasan ini, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Rokan Hulu. Namun saya tegaskan, ikhtiar tidak akan pernah berhenti. Kami terus berupaya menguatkan potensi daerah, mendorong kemitraan dengan pihak swasta, mengoptimalkan program CSR, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas anggaran,” ujarnya dengan tegas.

Sementara itu, Ketua MKA LAMR Rohul Datuk Seri Drs. H. Yusmar, M.Si., menyampaikan bahwa tradisi Potang Bolimau merupakan wadah penting untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat saling memaafkan antar sesama masyarakat.

“Potang Bolimau adalah ruang kebersamaan. Di sini tidak ada sekat, semua berbaur dalam semangat persaudaraan. Semoga tradisi ini terus hidup dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan iman dan takwa dalam menjalani ibadah Ramadhan,” tuturnya.

Puncak acara ditandai dengan prosesi Bolimau Adat, yakni ritual pembersihan diri secara simbolis yang mencerminkan rasa syukur, penguatan spiritual, serta tekad menjaga warisan budaya leluhur. Tradisi ini menjadi penanda kesiapan lahir dan batin masyarakat Rokan Hulu dalam menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh keberkahan, kedamaian, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *