BeritaPeristiwa

Sudah 29 Orang Nyemplung Ke Laut saat Mencari Jaringan Di Dermaga Karampi: Yang ke 30 Langsung Dilarikan ke Puskesmas Langgudu

308
×

Sudah 29 Orang Nyemplung Ke Laut saat Mencari Jaringan Di Dermaga Karampi: Yang ke 30 Langsung Dilarikan ke Puskesmas Langgudu

Sebarkan artikel ini

BIMA suaramassa.co.id – Pemuda desa Karampi, kecamatan Langgudu, kabupaten Bima langsung di larikan ke rumah sakit sesaat setelah terjadi kecelakaan dan jatuh ke Laut saat mengendarai motor waktu mencari akses jaringan di dermaga Desa Karampi, (04/07/23).

Diketahui Pemuda tersebut jatuh di dermaga karampi saat mengendarai sepeda motor saat mencari jaringan di malam hari pada tanggal 02 Agustus 2023 pukul 19:34 wita. Setelah di telusuri oleh media ini, pemuda tersebut mengalami cidera patah tulang tangan dan nyeri di bagian punggung karena di hantam oleh batu karang dan teluk pembatas di ujung bawah dermaga karampi. Hingga tulisan ini di rilis, pemuda tersebut belum menyadarkan diri.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Untuk menanyakan bagaimana kejelasan kejadian tersebut, awak media langsung hadir di lokasi dan menanyakan secara langsung perihal informasi tersebut kepada masyarakat setempat yang melihat kejadian secara langsung.

Informasi yang di dapatkan oleh awak media dari masyarakat setempat yang berada di tempat di kejadian perkara (TKP) saat kecelakaan terjadi jika Kejadian tersebut bermula saat pemuda yang bernama Arifin yang kerap di panggil Ancho ingin mengabarkan kepada kerabatnya yang berada di seberang (karumbu) bahwa keluarganya yang berada di Desa karampi saat itu sedang dalam keadaan sakit parah, sehingga dirinya menaiki motor dari dusun oi temba ke dermaga Karampi ingin mencari jaringan agar bisa mengabarkan kepada kerabatnya bahwa keluarganya yang berada di desa karampi malam itu dalam keadaan parah, karena di Desa Karampi tidak ada Puskesmas untuk melarikan keluarga Ancho dan puskesmas berada di seberang laut yakni Karumbu, sehingga Ancho lari ke dermaga menggunakan motornya untuk mencari jaringan agar keluarganya yang berada di Desa Karumbu menjemputnya menggunakan kapal laut, namun naasnya Ancho malah jatuh ke Dermaga karena tidak bisa mengendalikan motornya.

“Ancho itu kan dari dusun oi Temba, ada abangnya yang sakit parah dan kejang-kejang, berhubung di Karampi tidak ada Puskesmas atau postu, dan kebetulan puskesmas hanya ada di Karumbu, si Ancho lantas lari memakai motor dan datang ke dermaga untuk mencari jaringan supaya bisa menelpon keluarganya yang berada di Karumbu agar abangnya di jemput menggunakan Bot (Perahu) dan sekaligus ingin meminta bantuan agar segala keperluannya di karumbu di urus terlebih dahulu, namun “Ancho justru mou dei moti” (Jatuh di laut)”, ujar Saldin, masyarakat yang di wawancarai.

Di ketahui setelah media ini turun melakukan investigasi bahwa di desa karampi, akses jaringan untuk menelpon dan internet hanya berada di Dermaga karampi, dan jarak tempuh dari satu dusun ke dermaga Karampi adalah sejauh 2 KM.

Awak media ini juga mengkonfirmasi ke pemerintah desa setempat untuk menanyakan perihal kecelakaan yang terjadi. Pemerintah desa yakni Sekretaris Desa menyampaikan jika itu bukan kejadian yang kali pertama, dan kejadian tersebut sudah yang ke-30 kali nya.

“Kecelakaan pemuda di desa karampi malam itu memang benar, malahan itu bukan kejadian yang pertama, sudah lebih dari 20 kali dan lebih tepatnya ini yang ke-30 kalinya”, Ujar sekretaris Desa.

“Masyarakat yang terjun bebas ke dermaga dalam keadaan genting saat mencari jaringan itu bukan lagi sesuatu yang di rahasiakan dan itu sudah menjadi rahasia umum. Seluruh masyarakat desa karampi, baik yang tua maupun yang muda mengetahui semua jika di karampi memang orang lebih banyak mendapatkan masalah daripada mendapatkan solusi saat mencari jaringan”, lanjutnya.

Dirinya melanjutkan “ kalau di Karampi ini, masalah jaringan sudah sejak lama menjadi sumber persoalan. Saat pergi ke dermaga untuk mencari jaringan, Kita belum mengetahui apakah nomor yang di telpon itu aktif atau tidak, yang penting kita ada dulu di tempat jaringan itu, Persoalan akatif atau tidaknya itu persoalan nanti. Dan biasanya saat datang ke dermaga, kejadian nyemplung kerap terjadi. Itulah kenapa saya katakan bukannya menyelesaikan masalah malah menambah masalah, karena tadinya hanya satu orang yang sakit dan niatnya untuk membantu orang yang sakit, ketika kecelakaan terjadi malah bertambah menjadi dua orang, kan malah menambah masalah jadinya” imbuhnya.

Dirinya juga menyampaikan jika Pemerintah Desa telah berusaha untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait yang dianggap memiliki kompetensi absolut dalam bidang tersebut untuk mendiskusikan permasalah jaringan di desa Karampu, namun tidak ada jalan keluar.

“kami sudah berusaha berkomunikasi baik dengan pihak-pihak terkait, seperti Dinas Kominfo Bima untuk mendiskusikan masalah jaringan yang berada di desa Karampi, namun yang di dapatkan bukannya solusi namun yang di dapatkan justru alasan-alasan yang seolah ingin lari dari persoalan, seperti kami tidak memiliki kewenangan, kebijakan ada di pusat-lah dan alasan-alasan sejenisnya selalu menjadi buah bibir Kominfo”.

“Harapan kami, tolong di lihat permasalahan yang berada di desa karampi,karena jika jaringan yang berada di desa karampi tidak di perhatikan, malahan akan lebih banyak memakan korban dan lebih-lebih kehidupan sekarang, kebutuhan akan jaringan telah menjadi kebutuhan primer seperti makan dan minum”, tutupnya.

Hingga tulisan ini di rilis, Kepala Dinas Kominfo Bima yang di konfirmasi melalui Whats Upp belum memberikan tanggapan, hanya terlihat centang biru di pesan yang di kirimkan oleh awak media ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *