Pelalawan, Riau | 10 Januari 2024
Sebuah kisah memprihatinkan tengah melanda karyawan PT-PHI, Unit Kebun Langgam di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Mereka terlantar di perumahan yang tergenang banjir, tanpa pertolongan dari perusahaan mereka.
Tak hanya itu, karyawan merasa ditinggalkan dengan menekankan kewajiban bekerja tanpa jaminan keselamatan di tengah bahaya banjir. Pengabaian ini memicu masalah kesehatan, di mana sebagian karyawan mengalami demam dan gatal-gatal akibat air kotor yang merajalela di sekitar perumahan.
“Sangat sedih, bahkan air bersih sulit diperoleh. Beberapa dari kami sudah mengalami masalah kesehatan,” ujar salah satu karyawan.
Perusahaan disorot karena dianggap kurang empati, hanya fokus pada aspek finansial. Meski telah memohon kepada pemerintah dan menggelar orasi, belum ada tanggapan dari perusahaan atau pemerintah setempat.
Pihak karyawan mengekspresikan kekesalan terhadap Bupati Pelalawan, H. Zukri Misran, SE, yang belum memberikan respons terhadap jeritan mereka. Mereka berharap agar Bupati mendengarkan penderitaan mereka yang tertindas oleh PT-PHI Unit Kebun Langgam.
Kejadian ini memunculkan pertanyaan terkait sikap pemilik perusahaan yang dianggap tidak responsif dan kurang peduli terhadap nasib karyawan. Situasi ini mencerminkan ketidakadilan yang mengabaikan hak kemanusiaan demi kepentingan perusahaan.
Azas konfirmasi kepada humas PT. PHI pak Yusman tidak mendapat respons oleh Tim mesia pada Selasa, 9 Januari 2024, pukul 07:53 WIB.












