Rokan Hulu – Sebuah video yang memperlihatkan seorang siswa SMK Negeri 1 Bangun Purba, Resta Lubis, tidak dapat mengikuti ujian karena belum melunasi tunggakan iuran sekolah, viral di media sosial pada Senin, 2 Juni 2025.
Siswa kelas X tersebut sempat tidak diberikan kartu ujian oleh wali kelas lantaran belum membayar iuran praktik bulanan selama enam bulan terakhir sebesar Rp 240.000.
Resta, yang diketahui merupakan anak ke-8 dari delapan bersaudara dan juga seorang anak yatim, bahkan sempat menggadaikan telepon genggamnya ke sebuah counter HP seharga Rp 100.000 demi bisa mencicil tunggakan tersebut. Momen haru tersebut mengundang simpati publik, hingga akhirnya pihak sekolah mengizinkan Resta mengikuti ujian meskipun sempat tertunda.
Menindaklanjuti viralnya peristiwa ini, Kapolres Rokan Hulu, AKBP Emil Eka Putra, S.I.K, S.H., M.Si, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Polres Rokan Hulu dan jajaran, mengunjungi kediaman Resta Lubis di Tanjung Berani, RT/RW 001/004 Desa Bangun Purba Timur Jaya, Kecamatan Bangun Purba, pada Selasa, 3 Juni 2025, sekitar pukul 14.30 WIB.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres AKBP Emil Eka Putra mengumumkan bahwa pihaknya mengangkat Resta Lubis sebagai adik asuh Polres Rokan Hulu. Kegiatan silaturahmi ini juga dihadiri oleh para Pejabat Utama Polres, Kapolsek setempat, serta ibu-ibu Bhayangkari.
“Dalam giat silaturahmi ini kami dari Polres Rokan Hulu tidak ada maksud lain selain untuk mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya keluarga Resta. Ini bentuk perhatian kami terhadap pendidikan dan kehidupan sosial anak-anak di wilayah kami,” ungkap Kapolres dalam keterangannya.
Sang ibu, Mariatun, menyambut hangat kedatangan rombongan dari Polres. “Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Kapolres dan seluruh jajaran. Kami sangat terbantu dan merasa diperhatikan. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” ucapnya penuh haru.
Ketua Bhayangkari Cabang Polres Rokan Hulu juga memberikan dukungan moril dan bantuan langsung kepada keluarga Resta sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan anak-anak yang membutuhkan.
Kisah Resta Lubis menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kepekaan sosial dan peran serta semua pihak dalam memastikan bahwa pendidikan tetap bisa diakses oleh siapa pun, tanpa terkendala oleh faktor ekonomi.












