BeritaLingkungan

Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Tapsel: Wakil Bupati Serukan Penghentian Polusi Plastik

335
×

Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Tapsel: Wakil Bupati Serukan Penghentian Polusi Plastik

Sebarkan artikel ini

 

Tapanuli Selatan, Sumut – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 secara meriah di Lapangan Menara Pandang Kebun Raya, Komplek Perkantoran Pemkab Tapsel, Sipirok, pada Rabu (25/6/2025). Kegiatan berlangsung selama dua hari, 25–26 Juni 2025, dengan mengusung tema global “Hentikan Polusi Plastik”.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Acara pembukaan dihadiri Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, pimpinan perusahaan yang beroperasi di Tapsel termasuk PT AR, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tapsel Ongku Atas Sormin, jajaran kepala OPD, tokoh masyarakat, NGO, serta para siswa dari berbagai sekolah di Tapsel.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jafar menegaskan pentingnya kesadaran kolektif untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ia menyebutkan bahwa polusi plastik merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan lingkungan. “Hari ini bukan hanya simbolik, tapi menjadi langkah awal untuk mengubah perilaku kita terhadap limbah plastik,” tegasnya.

Jafar menambahkan, peringatan ini bukan sekadar momentum tahunan, tetapi upaya membangkitkan kembali kesadaran bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus dijaga dan diwariskan dalam kondisi terbaik kepada generasi mendatang.

Menurutnya, tema tahun ini, “Hentikan Polusi Plastik”, sangat relevan dengan situasi saat ini, karena dampak sampah plastik telah nyata terlihat, mulai dari pencemaran sungai hingga ancaman bagi ekosistem laut. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak – pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat – untuk meningkatkan partisipasi aktif dalam pengelolaan sampah plastik secara bijak.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan regulasi atau program pemerintah. Perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri. Dari rumah, sekolah, tempat kerja, hingga ruang publik, setiap individu memiliki peran penting,” ungkapnya.

Jafar berharap, peringatan ini dapat melahirkan gagasan yang berkelanjutan dan tumbuh menjadi gerakan proaktif menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tapsel Ongku Muda Atas Sormin menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang untuk mendorong keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam membangun kesadaran menjaga lingkungan bebas polusi plastik. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk pelestarian lingkungan.

“Acara ini tidak hanya bersifat seremonial, tapi juga edukatif. Ada fashion show dengan busana dari bahan plastik, lomba cerdas cermat lingkungan, pidato bertema pelestarian alam, hingga outbond lingkungan. Ini semua bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini, terutama di kalangan pelajar,” pungkas Ongku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *