BeritaPeristiwa

Bentrok Pam Swakarsa di Lahan Eks PT Berkat Satu, Satu Tewas dan Lima Luka di Bonai Darussalam

302
×

Bentrok Pam Swakarsa di Lahan Eks PT Berkat Satu, Satu Tewas dan Lima Luka di Bonai Darussalam

Sebarkan artikel ini

Rokan Hulu – Konflik lahan kembali memakan korban jiwa. Bentrokan antar kelompok pengamanan swadaya (Pam Swakarsa) pecah di kawasan lahan eks PT Berkat Satu, Dusun IV Rintis, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Insiden berdarah itu menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya lima orang lainnya.

Peristiwa terjadi saat sekitar 50 orang Pam Swakarsa dari pihak PT Nusantara Sawit Mazuma selaku KSO PT Agrinas Palma Nusantara mendatangi barak kantor kebun PT Berkat Satu. Di lokasi tersebut, kelompok Pam Swakarsa KUD Telago Biru Desa Kasang Padang bersama para pekerja kebun sedang bersiaga.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Kasi Humas Polres Rokan Hulu, AKP Yohanes, menjelaskan bahwa kedua pihak sebelumnya telah dimediasi oleh Polsek Bonai Darussalam dan sepakat menahan diri sambil menunggu proses mediasi lanjutan. “Sebelum kejadian, kedua belah pihak sudah sepakat menunggu mediasi lanjutan yang dijadwalkan Selasa (10/2/2026) di Kantor Camat Bonai Darussalam,” ujar Yohanes, Minggu (8/2/2026).

Namun kesepakatan itu runtuh. Rombongan Pam Swakarsa dari pihak KSO datang beramai-ramai dengan membawa senjata tajam dan senapan angin, lalu mendesak kelompok Pam Swakarsa KUD Telago Biru serta pekerja PT Berkat Satu untuk mengosongkan barak. Situasi langsung memanas dan upaya meredam massa tidak diindahkan.

Menurut kepolisian, kelompok Pam Swakarsa KSO diduga memecahkan kaca jendela barak dan melepaskan tembakan senapan angin ke arah bangunan. Bentrokan pun tak terhindarkan. Seorang anggota Pam Swakarsa KUD Telago Biru, Bernadus Betu alias Jon, tewas di lokasi kejadian akibat luka tembak. Dua orang lainnya mengalami luka berat akibat tembakan, sementara tiga korban lainnya mengalami luka ringan, termasuk luka bacok dan luka akibat senjata tajam.

“Pascakejadian kami langsung melakukan olah TKP, mengamankan pihak-pihak yang terlibat, mengumpulkan barang bukti, serta mengevakuasi korban,” tegas Yohanes. Korban meninggal dunia dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk autopsi, sedangkan korban luka dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.

Polres Rokan Hulu kini menyiagakan personel tambahan di lokasi konflik dan melakukan penggalangan terhadap kedua kelompok Pam Swakarsa, pemerintah daerah, serta pihak perusahaan. “Kami fokus mencegah konflik susulan dan memastikan situasi tetap kondusif,” tutup Yohanes.

Peristiwa ini kembali menegaskan rapuhnya pengelolaan konflik lahan di Rokan Hulu, yang berpotensi memicu kekerasan terbuka jika tidak ditangani secara tegas dan transparan oleh semua pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *