ROKAN HULU – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu terus mempercepat upaya peningkatan konektivitas transportasi udara sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu langkah yang kini dimatangkan adalah pembukaan rute penerbangan Bandara Tuanku Tambusai Pasir Pengaraian menuju Bandara Internasional Kualanamu, Medan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM, di Rumah Dinas Bupati, Jumat (24/7/2026). Rapat turut dihadiri Sekretaris Daerah Drs. H. Yusmar, M.Si, Kepala Bandara Tuanku Tambusai Dr. Syamrizki Hadi, SE, MM, serta jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Rokan Hulu.
Dalam skema awal, rute Pasir Pengaraian–Medan direncanakan dilayani maskapai Wings Air dengan frekuensi dua kali penerbangan setiap pekan atau delapan kali dalam sebulan menggunakan pesawat berkapasitas 30 penumpang.
Meski peluang pengembangan rute dinilai cukup besar, Bupati Anton menekankan pentingnya kebijakan berbasis data dan kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, sebelum pelaksanaan resmi dilakukan, pemerintah daerah akan lebih dahulu menggelar survei pasar untuk mengukur potensi penumpang dan tingkat kebutuhan layanan penerbangan tersebut.
“Perencanaan harus dilakukan secara matang. Kita ingin memastikan layanan ini benar-benar dibutuhkan masyarakat dan dapat berjalan berkelanjutan tanpa membebani keuangan daerah,” ujar Anton.
Selain mempersiapkan pembukaan rute baru, Pemkab Rohul juga mulai menata pengembangan jangka panjang Bandara Tuanku Tambusai. Salah satu agenda yang disiapkan ialah audit independen terhadap hasil perpanjangan landasan pacu sepanjang 100 meter guna memastikan standar keselamatan dan membuka peluang operasional pesawat dengan kapasitas lebih besar.
Sinergi antara pemerintah daerah, pengelola bandara, dan pihak maskapai diharapkan mampu menghadirkan akses transportasi yang lebih cepat, efisien, serta memperkuat konektivitas Rokan Hulu dengan pusat-pusat ekonomi regional.
Apabila terealisasi, rute udara Pasir Pengaraian–Medan diyakini tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit investasi, perdagangan, dan sektor pariwisata di Negeri Seribu Suluk.












