BeritaPeristiwa

Miris, Taman Nasional Teso Nilo Butuh Perhatian Yang Serius, LPLH : Pengawasan dan Penegakan Hukum Lemah

656
×

Miris, Taman Nasional Teso Nilo Butuh Perhatian Yang Serius, LPLH : Pengawasan dan Penegakan Hukum Lemah

Sebarkan artikel ini

PELALAWAN || suaramassa.co.id – Taman Nasional Teso Nilo (TNTN) Merupakan sebuah taman nasional yang terletak di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.Taman nasional ini memiliki luas sekitar 1.730 kilometer persegi dan mencakup beragam ekosistem, termasuk hutan, lahan basah, dan savana. TNTN adalah rumah bagi berbagai spesies satwa liar, seperti gajah, jerapah, singa, dan masih banyak lagi binatang lainnya.

Namun sayangnya dalam kurun waktu 10 tahun belakangan ini kasus perambahan hutan dan lahan di TNTN sangat menigkat drastis, sehingga luasan Hutan dan lahan kini hanya tinggal lebih kurang10.000 Hektar.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Seperti yang terjadi di Desa Bagan limau, kecamatan Ukui, kabupaten Pelalawan Riau, Banyak nya Perambah yang mengelola Hutan TNTN menjadi lahan perkebunan kelapa sawit.

Sangat disayangkan, padahal sudah jelas aturannya bahwa lahan yang masuk dalam kawasan hutan tidak bisa ditanami tanaman jenis sawit, TNTN hanya bisa ditanami tanaman kehidupan seperti pulai, petai , jengkol, Mahoni dan tanaman keras lainnya.

Dapat diketahui bahwa TNTN kini menjadi tempat Rehabilitasi Hutan dan lahan ( RHL ) yang ditunjuk dari BPDAS KLHK untuk menghijaukan kembali hutan dan lahan yang sudah rusak parah.

Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Peduli Lingkungan Hidup (LPLH ) kabupaten Pelalawan Amri Koto Kepada media suaramassa.co.id, Rabu 16 Agustus 2023.

“Miris sekali kita melihat kondisi Taman Nasional Teso Nilo (TNTN) yang sekarang ini, Hutan yang dulu nya hijau dengan kayu kayu besar kini telah banyak berubah menjadi perkebunan kelapa sawit, Hal ini kita lihat langsung turun kelokasi TNTN” ucap Amri.

Fakta Dilapangan ditemukan banyak nya Lahan yang disulap menjadi sawit, padahal diketahui dua tahun terakhir ini program RHL dari BPDAS KLHK sudah berjalan di TNTN tersebut salah satu nya di Desa Bagan limau kecamatan Ukui, kabupaten Pelalawan Riau.

Namun sayang Program RHL Kini kurang maksimal karena banyaknya sawit yang ditanami di lokasi lahan yang masuk ke RHL.

Hal senada juga disampaikan oleh beberapa pekerja yang mengerjakan RHL tersebut kepada media suaramassa.co id

“Kendala kita dilapangan sangat banyak pak, mulai dari pemilik lahan, sawit yang sudah ditanam, banyak nya bibit yang mati akibat diracun orang yang tidak bertanggung jawab, sampai susah nya bibit berkembang akibat tanaman sawit yang notabenennya cepat tumbuh besar. Jadi kita susah mencapai target, apalagi tinggal beberapa bulan lagi kontrak kita akan habis, kalau tidak tercapai sesuai Rancangan tentu kita sebagai kontraktor pelaksana akan rugi” terang Nya.

Sementara Amri selaku Kepala perwakilan Riau LPLH berharap Pihak TNTN agar lebih tegas dalam pengawasan dan penindakan di lapangan agar program RHL ini dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, harap Nya.

Disisi lain Heru selaku Kepala balai TNTN beberapa kali dijumpai dikantornya mengatakan”kita sudah selalu proaktif, dan memang itu sudah menjadi tugas kami menjaga TNTN, Namun dengan keterbatasan personil kami dilapangan tidak selalu kami bisa standby di lapangan, karena TNTN itu sangat luas sementara personil hanya terbatas”, ucap nya.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan pengawasan dan penindakan dilapangan, namun kita selalu berbenturan dilapangan dengan masyarakat.Kami berharap semua stake Holder bisa bersama sama membantu mencari solusi terkait Permasalahan TNTN ini.Kami juga sudah pernah menindak pelaku perambah di lokasi TNTN hingga kita serahkan Ke APH untuk menanganinya, namun hingga kini tidak ada kabar sama sekali terkait hal itu, jelas Heru kepada media suaramassa.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *