Berita

Ketua Bidang Hukum dan HAM PC IMM Bima Soroti Konflik di Bima

1514
×

Ketua Bidang Hukum dan HAM PC IMM Bima Soroti Konflik di Bima

Sebarkan artikel ini

BIMA – Ketua bidang Hukum dan HAM PC IMM Bima, IMMawan Wawan menyoroti Konflik yang terjadi di Kabupaten Bima beberapa bulan terakhir ini. Di ketahui jika konflik di Kabupaten Bima berada di Empat titik, yakni Konflik antara Desa Tangga Baru dengan desa Tanjung Baru, Desa Dadi Bou dengan Desa Pena Pali, Desa Talabiu dengan desa Godo dan desa Cenggu dengan desa renda. Informasi ini di sampaikan secara tertulis oleh Wawan melalui via Wa dengan keterangan minimnya SDM Kapolres Bima dalam konsep pencegahan konflik di wilayah hukum kabupaten Bima, (07/12/23).

Menurut Wawan, bahwa konflik yang terjadi di Kabupaten Bima di picu oleh beberapa hal, mulai dari kasus pembacokan hingga Kasus pemanahan.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Seperti yang di ketahui bahwa akhir ini banyak terjadi konflik antar desa yang di picu oleh kekerasan baik itu pembacokan sampai pada pemanahan”, ungkap Wawan dalam keterangan tertulis yang di kirim kepada media ini

Konflik yang berkepanjangan dan beruntun tersebut seperti yang di sampaikan oleh Wawan membawa dampak dan momok yang menakutkan bagi masyarakat Bima pada khususnya dan masyarakat Bima Kota pada Umumnya.

“konflik ini menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat Bima secara khusus maupun umum. Meskipun pelaku telah di amankan oleh kepolisian, tapi hal ini tidak memberikan efek jerah bagi para pelaku lainya”, lanjutnya.

“Kapolres bima patut di duga tidak punya kemampuan mengurus kantibmas. Sudah 4 titik perang kampung beberapa bulan terakhir. Tangga baru vs Tanjung Baru, dadibou vs penapali, talabiu vs godo, cenggu vs renda”, pungkasnya.

Ia pun mendesak Polres Bima dan Pemda agar intens dalam melihat konflik yang terjadi di Bima.

“Atas nama PC IMM Bima, Kami mendesak aparatur kepolisian agar lebih intens untuk melakukan patroli malam guna mengantisipasi agar tidak terjadinya kejadian yang dapat memicu konflik antara desa. Pemda juga jangan bersikap Apatis dan acuh tak acuh terkait persoalan ini mengingat sudah banyak korban yang berjatuhan akibat konflik yang terjadi, harus ada terobosan baru guna menyikapi keresahan warga”, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *