Rokan Hulu – Dalam beberapa minggu terakhir, kabut asap pekat menyelimuti Kota Pasir Pengaraian dan sejumlah kecamatan lainnya di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Fenomena ini merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus terjadi akibat musim kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.
Sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan kepedulian terhadap kondisi alam, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menggelar Shalat Istisqo’—shalat meminta hujan—di pelataran Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu, pada Selasa (32/07/2025). Ratusan masyarakat bersama jajaran pemerintahan turut ambil bagian dalam kegiatan religius tersebut.
Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, SH, MM turut hadir bersama Asisten I Setda Rohul, H. Fhatanalia Putra, S.Sos, serta kepala OPD, seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Rohul, dan tokoh masyarakat. Bertindak sebagai imam adalah Ustadz Indra Gunawan, S.Ag, sedangkan khutbah disampaikan oleh Ustadz DR (HC) H. Yulihesman, S.Ag, M.Pd.
Asisten I Setda Rohul, H. Fhatanalia Putra, mewakili pemerintah daerah menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqo’ merupakan bentuk keprihatinan bersama terhadap kemarau yang berkepanjangan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
“Harapannya, dengan pelaksanaan shalat ini, Allah SWT menurunkan hujan sehingga titik api berkurang dan kemarau segera berakhir,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Bupati dan Wakil Bupati telah mengimbau para camat di seluruh kecamatan untuk melaksanakan shalat Istisqo’ serupa bersama masyarakat di wilayah masing-masing.
Lebih lanjut, Fhatanalia mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan, kabut asap diakibatkan oleh sejumlah titik api yang tersebar di beberapa wilayah Rohul. Pemerintah daerah bersama TNI/Polri saat ini terus berupaya melakukan pemadaman dan pengendalian Karhutla.
“Selain upaya pemadaman, sosialisasi secara masif juga dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena di musim kemarau seperti ini, api sangat mudah menyebar,” pungkasnya.












