Aktual PolisiBeritaLingkungan

Lisa Adik Domang Melahirkan, Kapolda Riau Beri Nama “Nona Seroja”

14
×

Lisa Adik Domang Melahirkan, Kapolda Riau Beri Nama “Nona Seroja”

Sebarkan artikel ini

Pelalawan – Kelahiran seekor anak gajah Sumatra betina di Camp Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, menjadi kabar menggembirakan bagi upaya pelestarian satwa langka di Indonesia. Anak gajah tersebut lahir pada 10 Juni 2026 dari induk bernama Lisa, yang merupakan adik dari gajah Domang yang sebelumnya mati akibat perburuan liar.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Sebagai bentuk syukur atas kelahiran tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heriawan, S.H., M.H., bersama rombongan mengunjungi Camp Flying Squad TNTN pada Kamis (11/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kapolda meninjau langsung kondisi induk dan anak gajah yang didampingi Kepala Balai TNTN, Wakil Bupati Pelalawan, serta sejumlah pejabat daerah dan petugas konservasi.

Pada kesempatan itu, Irjen Pol. Herry Heriawan secara resmi memberikan nama “Nona Seroja” kepada anak gajah Sumatra betina yang baru lahir tersebut. Pemberian nama ini menjadi simbol harapan agar Nona Seroja dapat tumbuh sehat dan menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian populasi gajah Sumatra yang saat ini berstatus satwa dilindungi.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diawali dengan penyambutan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pelalawan. Turut hadir dalam kegiatan itu Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Pol. Ade Kuncoro Ridwan, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, Analis Kebijakan PID Divhumas Polda Riau Kombes Pol. Anom Kabarianto, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, Kepala Balai TNTN Heru Submantoro, Kajari Pelalawan Dr. Eka Nugraha, Pabung Kodim 0313/KPR Mayor Inf. Lilik Haryono, Danramil 04/PKL Kapten Inf. Mawardi, serta para petugas konservasi dan mahout TNTN.

Kelahiran Nona Seroja menjadi momentum penting bagi konservasi gajah Sumatra di Riau. Selain menambah populasi satwa yang terancam punah, peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga habitat dan melindungi gajah dari ancaman perburuan liar yang masih terjadi hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *