SUARAMASSA.CO.ID, KAUR — Tangis dan duka mendalam menyelimuti rumah keluarga almarhum Sutama, seorang siswa kelas III sekolah dasar berusia 10 tahun yang meninggal dunia akibat tenggelam setelah tergelincir di Sungai Padang Guci, Jumat (16/10/2026).
Di tengah suasana kehilangan tersebut, Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.AP., datang langsung ke rumah duka di Desa Talang Jawi I, Kecamatan Padang Guci Hilir, Kabupaten Kaur.
Kehadiran Bupati Kaur bukan hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keluarga yang tengah menghadapi musibah. Pada kesempatan tersebut, Gusril Pausi menyerahkan tali asih kepada keluarga almarhum Sutama.
Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kaur, Ketua BAZNAS Kaur, Camat Padang Guci Hilir, Ketua APDESI Kecamatan Padang Guci Hilir, serta seluruh kepala desa Kecamatan Padang Guci Hilir.
Di hadapan keluarga yang sedang berduka, Bupati Kaur menyampaikan rasa kehilangan dan belasungkawa atas meninggalnya Sutama.
«“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur, kami turut berdukacita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga almarhum Ananda Sutama mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan,” ujar Gusril.»
Menurut Bupati, tali asih yang diserahkan merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah.
Pesan Bupati: Keselamatan Anak Harus Menjadi Perhatian Bersama
Di balik musibah yang menimpa Sutama, Bupati Kaur juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat, khususnya para orang tua yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
Ia mengimbau agar pengawasan terhadap anak-anak lebih ditingkatkan ketika mereka bermain atau beraktivitas di sekitar sungai.
Menurutnya, sungai memiliki kondisi yang dapat berubah sewaktu-waktu, termasuk perubahan debit dan arus air. Karena itu, kewaspadaan tidak boleh diabaikan.
Bupati menegaskan bahwa keselamatan anak harus menjadi perhatian bersama, baik oleh orang tua maupun masyarakat di lingkungan sekitar.
Musibah yang menimpa Sutama menjadi duka bagi keluarga sekaligus pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap aktivitas anak-anak di sekitar aliran sungai.
Suasana haru semakin terasa saat Bupati dan rombongan berada di rumah duka. Kehadiran pemerintah daerah memberikan dukungan moral kepada keluarga yang tengah kehilangan buah hati mereka.
Pihak keluarga pun menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Bupati Kaur beserta seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah hadir secara langsung di tengah suasana duka.
Kunjungan tersebut menjadi simbol bahwa di tengah musibah dan kehilangan, pemerintah daerah berupaya hadir bersama masyarakat, memberikan dukungan, serta menguatkan keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.












