Berita

HIMPEL Bersama Masyarakat Desa Laju Lakukan Pemboikotan Jalan, Tuntut Kenaikan Harga Jagung

886
×

HIMPEL Bersama Masyarakat Desa Laju Lakukan Pemboikotan Jalan, Tuntut Kenaikan Harga Jagung

Sebarkan artikel ini

BIMA – Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Laju (HIMPEL) bersama Masyarakat Desa Laju Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima melakukan pemboikotan jalan disertai pembakaran sejumlah jagung buntut kekecewaan masyarakat akibat menurunnya harga Jagung secara drastis, (Sabtu,13/04/24).

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Diketahui jika Aksi tersebut merupakan respon kekecewaan masyarakat karena harga pupuk bersubsidi semakin meningkat sementara harga Jagung kian menurun.

Raisul Amin LM, Mahasiswa Hukum UM Bima selaku Korlap aksi menyatakan jika hajatan ini merupakan hajatan seluruh masyarakat, bukan hanya masyarakat laju, namun menyangkut hajatan hidup seluruh masyarakat kabupaten Bima/kota bima.

“Hajatan ini perlu kami sampaikan bukan hajatan khusus bagi masyarakat laju, namun ini hajatan seluruh masyarakat Bima Kabupaten/Kota”, ujarnya.

“Bagaimana tidak, penurunan harga jagung ini telah mencekik masyarakat petani, dan ini merupakan kebiadaban yang seharusnya diselesaikan”, ia melanjutkan.

Melalui pantauan media Suaramassa.co.id secara langsung, terlihat masyarakat desa Laju begitu antusias mendukung gerakan yang dilakukan oleh HIMPEL. Hal itu terbukti dengan banyaknya konsumsi yang dibawakan oleh masyarakat untuk mendukung gerakan mahasiswa.

“Kami sangat bangga dengan adik-adik HIMPEL, karena saat ini harga pupuk maupun pestisida semakin tinggi, sementara harga jagung semakin menurun, kami sangat apresiasi atas gerakan adek-adek HIMPELini,” Ujar perwakilan masyarakat saat diwawancarai oleh Kabiro Pers Suaramassa.co.id perwakilan NTB .

Raisul, Korlap aksi memberikan pernyataan sikap jika pemboikotan jalan tidak akan pernah di buka sebelum ada jaminan dari pemerintah untuk menetapkan harga jagung.

“Kami tidak akan membuka jalan ini sebelum Pemerintah Daerah memberikan jaminan bahwa harga jagung akan di stabilkan, Hatta dengan jaminan apapun kami tidak akan pernah buka, Apalagi ini didukung oleh masyarakat”, tutupnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *