Kepulauan Tanimbar, Suaramasa.co.id – Warga Desa Wunla, Kecamatan Wuarlabobar, Kepulauan Tanimbar, mengamuk akibat ketidakpuasan terhadap kinerja pegawai PLN yang dianggap tidak profesional. Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam (9/1/2025) sekitar pukul 22.00 WIT.
Menurut Nyong Yempor, salah seorang warga setempat, pemadaman listrik PLN di wilayah Kecamatan Wuarlabobar yang mencakup lima desa—Karatat, Wunla, Wabar, Kilon, dan Abat—sering tidak sesuai jadwal yang telah diumumkan. “PLN menetapkan jadwal pemadaman dari pukul 18.00 hingga pukul 00.00, tetapi kenyataannya lampu sering baru menyala pukul 06.00 pagi atau mati mendadak pada pukul 21.00, 22.00, bahkan terkadang tidak menyala sama sekali,” ujarnya.
Kondisi ini memicu amarah warga, yang pada malam kejadian meluapkannya dengan melempari batu ke rumah Tinus Wuarlela. Rumah tersebut menjadi sasaran karena ditempati oleh pegawai PLN setempat.
“Warga tidak menjadikan kantor PLN sebagai sasaran, tetapi melampiaskan kemarahan ke rumah Pak Tinus Wuarlela karena dianggap sebagai tempat tinggal pegawai PLN,” tambah Nyong Yempor.
Warga berharap pihak PLN pusat dapat segera memberikan perhatian khusus terhadap masalah ini. Mereka meminta agar pegawai PLN di Kecamatan Wuarlabobar bekerja sesuai mekanisme dan jadwal yang telah ditetapkan.
“Harapan kami, PLN segera mengambil langkah tegas dan memberikan instruksi yang jelas kepada pegawainya agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tutup Nyong Yempor.
Penulis : Randi Fenan












