BeritaPeristiwa

Banjir di Tapanuli Tengah: 34 Orang Meninggal, 33 Masih Hilang

601
×

Banjir di Tapanuli Tengah: 34 Orang Meninggal, 33 Masih Hilang

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Tengah – Bencana banjir bandang dan tanah longsor telah menimpa Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), menimbulkan korban jiwa signifikan dan sejumlah warga hilang.

Hingga Jumat (28/11/2025) siang, data resmi menunjukkan sedikitnya 34 orang meninggal dunia dan 33 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana di Tapteng.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Bencana tidak mengenal kecamatan — seluruh 20 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah terdampak banjir dan longsor.

Ribuan kepala keluarga kini terisolasi — jalan, jembatan, dan akses transportasi serta komunikasi banyak terputus akibat longsor dan banjir besar.

Di salah satu posko pengungsian di GOR Pandan tercatat sudah menampung ratusan warga terdampak.

Pemerintah daerah setempat, dipimpin oleh Masinton Pasaribu selaku Bupati Tapanuli Tengah, telah menyatakan masa tanggap darurat. Proses evakuasi terus berlangsung — meskipun banyak wilayah masih sulit dijangkau karena akses jalan yang rusak parah.

Pemerintah juga mempersiapkan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk permohonan bantuan logistik, pendirian dapur umum, dan posko pengungsian, untuk memenuhi kebutuhan dasar korban dan pengungsi.

Korban dari bencana yang melanda banyak wilayah di Sumut terus bertambah. Data regional terbaru menunjukkan bahwa selain Tapanuli Tengah, sejumlah kabupaten/kota lain terdampak parah — dan upaya pendataan masih berlangsung karena kondisi di lapangan sangat dinamis.

Meski demikian, fokus saat ini di Tapteng tetap prioritas, terutama evakuasi korban hilang dan pendataan ulang korban meninggal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *