BeritaPeristiwa

Kecam Aksi Premanisme Terhadap Tokoh Rohul, HIMAROHU-RIAU Desak Kapolda Riau Tangkap Iwan P

266
×

Kecam Aksi Premanisme Terhadap Tokoh Rohul, HIMAROHU-RIAU Desak Kapolda Riau Tangkap Iwan P

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru – Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu Riau (HIMAROHU-RIAU) menyampaikan sikap resmi terkait beredarnya video yang memperlihatkan dugaan tindakan intimidasi, penghinaan, dan ujaran tidak pantas terhadap dua tokoh masyarakat Riau, yakni Haji Suparman S.Sos M.Si dan Haji Taufik Tambusai SE.

Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, peristiwa tersebut diduga terjadi di salah satu kedai kopi di Jalan Arifin Ahmad, Kota Pekanbaru. Dalam rekaman video yang viral tersebut, tampak seorang pria yang diduga bernama Iwan Pansa, yang juga dikenal dengan sebutan Iwan P, melontarkan kata-kata bernada keras yang dinilai tidak mencerminkan etika serta norma sosial yang berlaku di tengah masyarakat Melayu Riau.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

HIMAROHU-RIAU menilai bahwa apabila peristiwa tersebut benar adanya, maka tindakan tersebut sangat disayangkan dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun. Terlebih, sosok yang menjadi sasaran dalam video tersebut adalah Haji Suparman, yang merupakan mantan Bupati Rokan Hulu serta tokoh masyarakat yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan daerah dan pembinaan generasi muda di Negeri Seribu Suluk.

Sebagai organisasi mahasiswa yang berasal dari Rokan Hulu, HIMAROHU-RIAU memandang bahwa penghormatan terhadap tokoh daerah merupakan bagian dari menjaga marwah dan nilai-nilai adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Kami sangat menyayangkan jika benar tindakan tersebut terjadi. Haji Suparman adalah tokoh Rokan Hulu yang telah banyak berjasa bagi daerah. Sikap tidak menghormati beliau tentu melukai perasaan masyarakat, khususnya masyarakat Rokan Hulu,” demikian pernyataan resmi HIMAROHU-RIAU.

Lebih lanjut, berdasarkan berbagai informasi yang berkembang, sosok yang diduga melakukan tindakan tersebut diketahui memiliki latar belakang sebagai salah satu figur yang aktif dalam organisasi kemasyarakatan di Kota Pekanbaru. Namun demikian, HIMAROHU-RIAU menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut tetap perlu diverifikasi secara menyeluruh oleh pihak yang berwenang.

Dalam konteks yang lebih luas, HIMAROHU-RIAU menilai bahwa segala bentuk tindakan yang mengarah pada intimidasi, ancaman, maupun penghinaan di ruang publik berpotensi menimbulkan konflik horizontal serta merusak kondusivitas sosial di tengah masyarakat.

Sehubungan dengan hal tersebut, HIMAROHU-RIAU secara tegas mendesak aparat Kepolisian Republik Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Riau, untuk segera mengusut tuntas dugaan aksi premanisme ini serta menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) secara profesional, proporsional, dan transparan. Kepolisian diharapkan tidak ragu mengambil langkah hukum yang tegas apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum, tanpa pandang bulu.

HIMAROHU-RIAU menilai bahwa ketegasan aparat penegak hukum sangat penting guna menjaga rasa keadilan di tengah masyarakat serta mencegah terjadinya tindakan serupa di kemudian hari.

Selain itu, HIMAROHU-RIAU juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi berbagai informasi tambahan yang beredar, termasuk yang mengaitkan peristiwa ini dengan isu-isu lain. Seluruh dugaan tersebut harus diserahkan kepada proses hukum agar tidak menimbulkan fitnah maupun kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.

HIMAROHU-RIAU turut mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda Rokan Hulu, untuk tetap menjaga sikap, tidak mudah terprovokasi, serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai adat, etika, dan budaya Melayu yang mengedepankan sopan santun serta penghormatan terhadap tokoh-tokoh masyarakat.

Ketua HIMAROHU-RIAU, Mexi Andrean HM, dalam pernyataannya turut menegaskan bahwa organisasi akan mengawal persoalan ini hingga tuntas sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

“Sebagai organisasi mahasiswa Rokan Hulu, kami tidak bisa tinggal diam melihat dugaan tindakan yang mencederai marwah tokoh daerah kami. Namun kami juga tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Oleh karena itu, kami mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas dan bertindak tegas, profesional, serta transparan dalam menangani persoalan ini,” ujar Mexi Andrean HM.

Ia juga menambahkan bahwa HIMAROHU-RIAU akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak serta mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap menjaga kehormatan tokoh dan kondusivitas daerah.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya anak kemenakan Rokan Hulu, untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Serahkan sepenuhnya proses ini kepada penegak hukum, namun tetap kita kawal bersama agar berjalan sebagaimana mestinya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *