BeritaPeristiwa

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Padang Lawas Diwarnai Aksi Teror Gelap

461
×

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Padang Lawas Diwarnai Aksi Teror Gelap

Sebarkan artikel ini

PALAS suaramassa.co.id – Aksi demonstrasi mahasiswa terkait dugaan KKN dan Pungli pada proyek perluasan pipa dan sarana air bersih di Desa Pasar Ipuh Kecamatan Ulu Barumun di Kabupaten Padang Lawas diwarnai aksi teror gelap.

Bukan tanpa sebab 2 (dua) hari sebelum mahasiswa melakukan aksinya di Kejaksaan Negeri Padang Lawas (Kejari Palas), dan Dinas Pekerjaan Umum Padang Lawas, mahasiswa mendapat ancaman berupa teror.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Ancaman teror lewat chatingan itu diduga dari kepala UPT air minum di Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Palas berinisial J.

“Dimana bos, hati-hati bos…jangan hanya kepentingan sampean, keluarga sampean kena imbas”, kira-kira inilah isi chat peneror tersebut ungkap Henri Raja.

Lanjutnya, selaku koordinator aksi yang mendapat chat itu mencoba mengarahkan agar mengenalkan diri dan pertemuan serta jangan ribut dimedia.

“Ketua, darahku nyawaku murah untuk negara ini bukan untuk kepentingan tapi untuk kepentingan masyarakat luas yang harus diperjuangkan”, tegas Henry Raja.

Tidak elok chatingan dengan orang yang belum dikenal, apalagi dengan nada yang tidak enak, sambungnya.

Namun, malah si peneror menawarkan balik, apa perlu membawa uang Rp20 Juta.

“Apa langsung saya bawa 20 K bos ku,” demikian isi chat peneror gelap itu.

Tidak sampai disitu, peneror gelap tersebut juga menanyakan mahasiswa tersebut kapan pulang ke Medan, tempat mahasiswa itu berkuliah.

“Kapan balik ke medan, saya tunggu kedatanganmu di Medan. Hati-hati ya bos..setiap langkahmu diawasi,” ucap peneror tersebut.

Namun mahasiswa tidak menanggapinya lebih jauh. Dan malah berterima kasih, karena langkah mahasiswa tersebut terus diawasi.

“Sungguh sangat berterima kasih karena setiap langkah diawasi, jangan kendor saudara,” ucap Henri Raja.

Akibat teror ini, Henri Raja sangat menyesalkan sikap peneror tersebut yang terkesan tidak siap dikritik, dan malah mencoba mengintervensi kebebasan berpendapat didepan umum.

“Dan ini akan kita laporkan ke polisi, karena tidak ada yang kebal hukum di negara ini,” tukas Henri Raja.

Sayang, pihak Dinas PU belum berhasil dimintai konfirmasi soal dugaan KKN dan pungli pada proyek perluasan pipa sarana air bersih itu, termasuk adanya teror dan intervensi, yang diduga dilakukan Kepala UPT air minum berinisial J.

Berkali-kali dihubungi ke nomornya, tidak aktif. Begitu juga nomor 08227234xxxx, nomor yang menchating tidak aktif lagi.

Dan sangat disayangkan Aspirasi yang mereka lakukan tidak ada yg menerima pasalnya pegawai dan Kadis tidak ada berkantor padahal jam operasional masih 15.00 wib, tegas Henri Raja menutup pembicaraan.

A. Nst

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *