Scroll untuk baca artikel
Berita

Ketua BAZNAS Madina Puji Lomok Mandailing

72
×

Ketua BAZNAS Madina Puji Lomok Mandailing

Sebarkan artikel ini

Mandailing Natal – “Polit Mandailing atau Mandailing Polit seperti yang dikata orang tidak benar. Mandailing sebetulnya na lomokan. Saya memuji Lomok Mandailing, cuma perlu disempurnakan supaya manfaatnya jelas mengurangi kemiskinan”. Demikian Amir Mahmud, Ketua BAZNAS Madina, menulis di akun Facebook pribadinya.

screenshot Facebook

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Dihubungi melalui ponselnya seperti apa Lomok (kedermawanan) Mandailing itu beliau menjelaskan Lomok itu nyata dalam pergaulan sehari-hari, dalam hubungan markoum (kekerabatan), marhuta (hubungan sesama warga kampung), dan i parkarejoan (hubungan di tempat kerja). “Orang Mandailing selalu saling menolong, suka membantu yang kesulitan, dan suka memberi”, jelasnya.

Lihatlah lahir anak bikin acara syukuran, mau Umrah bikin acara doa dan makan bersama, lulus pegawai negeri kumpulkan tetangga dan anak Yatim. Supir travel rajin singgah memberi sumbangan kepada panti asuhan atau kotak infak pinggir jalan. Bulan puasa coba lihat bukan cuma Pemkab dan BAZNAS Madina yang membagi santunan kepada fakir miskin dan Yatim. Polres, Kejaksaan, Organisasi Wartawan, Organisasi Pemuda, orang kaya, parjagal, perantau, toke gota, toke sere, dan sebagainya berlomba berbagi sedekah atau berbagi takjil. Itu semua bentuk Lomok Mandailing, jelasnya beliau panjang lebar.

Apa maksudnya Lomok Mandailing perlu disempurnakan, tanya wartawan kami. “Oh, itu begini”, jawab Amir.

“Lomok itu perlu sebagian disesuaikan dengan keadaan sekarang, juga dikerjasamakan dengan lembaga amal baik pemerintah maupun swasta yang ada hubungan dengan pengentasan kemiskinan”, Amir menjelaskan.

Banyak anak orang miskin kesulitan biaya seperti ongkos sehari-hari ke sekolah, beli baju seragam, dan biaya pendukung lainnya. Sekarang biaya berobat orang tidak mampu ditanggung oleh pemkab dan BAZNAS Madina, namun kalau dirawat, apalagi dirujuk ke luar daerah butuh biaya orang yang menjaganya serta ongkos. Banyak pula sekarang orang miskin kesulitan lahan pertanian dan biaya usaha tani untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Itu semua sebenarnya bisa diatasi bersama sekiranya Lomok Mandailing itu lebih terarah dan dikerjasamakan sebagian.

Orang kaya kita yang sebagai pribadi ratusan juta Zakatnya setiap tahun, parjagal, pengusaha SPBU, pengusaha Gas, pengusaha hotel, grosir, toke gota, toke sere, dan lainnya belum berzakat ke BAZNAS Madina. Coba misalnya sebagian kecil dulu disalurkan melalui BAZNAS Madina atau dikerjasamakan ke orang miskin yang masuk program BAZNAS, insya Allah Lomok Mandailing tadi akan lebih sempurna dan lebih bermanfaat. Ketua BAZNAS Madina yang mantan Aktifis Mahasiswa itu panjang lebar bersemangat.

Bagaimana caranya berzakat atau bersedekah melalui BAZNAS Madina, tanya wartawan kami. Itu sangat mudah, cukup transfer ke rekening ZIS BAZNAS Madina Bank SUMUT Rek 340010030000873. Setelah transfer kabari Bendahara kami nomor WA +62 813-7687-3549 disertai gambar resi transfer/struk, foto KTP, juga NPWP jika ada. Kami akan kirim foto Tanda Bukti Setoran Zakat/Infak kepada yang bersangkutan.

Kalau misalnya ada pengusaha atau toke mau menyumbang tapi orang miskin penerimanya sebagian dia yang menunjuk, apakah bisa? Sangat bisa, jawab Amir.

“Bahkan si Pengusaha atau toke kalau mau kita ikutkan dalam penyaluran Zakat atau sedekahnya kepada orang tidak mampu”, mantan Aktifis yang belakangan terlihat kalem ini menutup sambungan telepon seluler.

Betul juga sekiranya para toke kerjasama dengan BAZNAS Madina menyalurkan sumbangannya. Lebih ringan, lebih bermanfaat, lebih sempurna Lomoknya.
(Magrifat Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *