Berita

Musrenbang Kecamatan, Warga Purwoasri Usulkan RTH Capit Urang dijadikan Agro Wisata Buah Dugan Kelapa Muda

225
×

Musrenbang Kecamatan, Warga Purwoasri Usulkan RTH Capit Urang dijadikan Agro Wisata Buah Dugan Kelapa Muda

Sebarkan artikel ini

Metro Lampung – Dr Wahdi Siradjuddin Spog ( K ) MH Walikota Metro, membuka Kegiatan Musyawarah Pembangunan Tingkat Kecamatan Metro Utara yang mengambil thema penguatan Pembangunan Sumberdaya Manusia untuk Mewujudkan Masyarakat yang Sejahtera Berbudaya dan Berakhlak Mulia, berlangsung di Aula Kantor Kecamatan, Rabu 28-02-2024.

Dilanjutkan dengan laporan paparan dan profil hasil Pembangunan di wilayah kelurahan kelurahan se Kecamatan Metro utara, serta Prioritas usulan oleh Camat Metro utara ” Wilastri “.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Usai kegiatan saat wawancara  “Wahdi ” Walikota Metro, kepada Awak Media menyampaikan ;  Ya saya melihat dari empat kelurahan dulu, kalau kita bicara Pembangunan saya sampaikan Kesetaraan itu Penting sekali, tidak mungkin ada lima kecamatan hanya dibangun satu kecamatan walaupun  tidak ada Wakil Rakyat disana, ini paling penting.ucapnya.

Metro utara, kita bicara Karangrejo Aula kantor Kelurahan sudah dirapikan, kemudian dibeberapa titik jalan sudah dikerjakan, Drainasenya pun sudah dilakukan di tahun 2023 kemarin.
Lebih kurang Anggaran untuk Metro utara sudah cukup baik, kemudian Sumber Daya Manusia sudah diperbaiki, karena ini penting sekali. Ujarnya.

Jadi Pembangunan itu bukan hanya memberikan Sarana dan Prasarananya saja, tetapi Sumber Daya Manusia juga penting.
Dan ditahun 2024 akan ditambahkan, kalau kita lihat jalan dr Sutomo,itu juga ke arah Metro utara dan akan dikerjakan dibeberapa titik yang kurang,terutama di Kelurahan Purwoasri, pasalnya dulu sudah mau kita kerjakan tetapi masyarakatnya bilang nanti saja sekalian,tetapi Insyaalloh dikerjakan. Katanya.

Jalan Wr Supratman Insyaalloh akan dikerjakan semua diselesaikan, pada inti nya, Jika kita bicara pembangunan Perencanaannya harus baik dulu, terus melihat sekala Perioritas dengan kajian kajian maka kesetaraan.

Yang kedua ; Apa yang dirasakan oleh masyarakat itu disebut Publik Intrans.
Ke tiga ;  Teknokratik dari apa yang sudah dibicarakan melalui Musrenbang mulai tingkat Kelurahan, Kecamatan sampai nanti tingkat kota, disitu nanti dikelola maka harus dikawal kalau gak dikawal ya gak bisa.
[1/3 10.19] glenksusantoas Biro Metro Lampung: Saya gak mungkin bisa,tetapi pada intinya setiap pembangunan harus ada tematiknya, ada prioritasnya juga, insyaallah mudah mudahan akan berhasil, saya akan betul betul turun ini tergantung juga.

Kita ingin Pembangunan semuanya baik, pembangunan bisa dilakukan oleh pihak ketiga dan kita berharap pada pihak ketiga dapat memberikan hal hal yang terbaik,tambahnya.

Disinggung tentang adanya Ruang Terbuka Hijau yang keberadaannya di Capit Urang Purwoasri dan karangrejo yang dahulu dikelola oleh HKTI bisakah di alihkan menjadi Agro Wisata buah misalnya Dogan kelapa muda atau tanaman yang menghasilkan untuk masyarakat serta dapat dijadikan Ikon kota Metro.

Nah persoalan itu yang belum selesai, itulah salah satu persoalan tinggalan tinggalan yang memang harus segera digarap.
Tolong pak diselesaikan,sambil menolehkan kearah  Kepala Bapeda dan Pak Sekda, hanya yang harus kita selesaikan adalah bisa diperuntukan ke Masyarakat.

Dulu pernah kita tawarkan konsinyasi sebenarnya membentuk Paguyuban, silahkan skemanya seperti apa, boleh tidak kita mengajak pihak ketiga, boleh dengan skema Pembiayaan apa kerja sama yang seperti apa,misal BOT atau KBPU atau apa yang paling sederhana dan produktif untuk masyarakat tetapi jangan hanya menguntungkan untuk satu orang.pungkasnya.

Reporter : Glenk Susanto as.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *