Scroll untuk baca artikel
BeritaKasus

Penanganan Kasus Korupsi Pembangunan Gedung RSUD Rohul Rp 82,8 miliar Belasan Mangkrak

586
×

Penanganan Kasus Korupsi Pembangunan Gedung RSUD Rohul Rp 82,8 miliar Belasan Mangkrak

Sebarkan artikel ini

Pasir Pengaraian,- Penanganan perkara dugaan kasus korupsi pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau enam lantai dinilai lamban, Polda Riau didesak agar segera melakukan dan menetepakan tersangka pada dugaan kasus korupsi tersebut.

“Mestinya dalam kasus ini sudah ada penetapan tersangka oleh Polda Riau. Lalu kenapa belum dilakukan, analisanya sederhana saja seolah ada hal yang ditakutkan dalam perkara tersebut. Kalau kita cermati tidak ada lagi alasan atau tawar menawar pada perkara ini,” kata Sudirman Koordinator Aliansi Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Kabupaten Rokan Hulu , Rabu (8/5).

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Dia mendesak Ditreskrimsus Polda Riau segera melakukan dan menetapkan status tersangka kepada Dirut PT Spectratama Perkasa selaku kontraktor pelaksana dan Dirut RSUD Rohul periode tahun 2016. Hal penetapan tersangka itu menurutnya sangat diperlukan, untuk mengetahui siapa saja yang terlibat mengingat perkara ini sudah cukup lama bahkan bertahun-tahun didiamkan.

“Sangat disayangkan perkara ini seolah di peti es-kan, bahkan kasus ini mandek ditangan Polda Riau hingga bertahun-tahun. Sepertinya ini sangat tertutup, bahkan kita menduga adanya ketakutan besar Polda Riau untuk menaikkan perkara ini. Dari sinilah kita bisa menduga adanya permainan dan cukup rapi dalam mega proyek gedung baru RSUD tersebut,” ujarnya.

Diketahui, pembangunan gedung baru RSUD Kabupaten Rokan Hulu berlantai enam sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp82,8 miliar. Gedung itu kini mangkarak alias terbengkalai.

Dijelasknanya, pembangunan gedung RSUD enam lantai itu dilaksanakan pada tahap satu (I) dan tahap dua (II) tahun 2011 hingga 2012 bersumber dari dana dekonsentrasi APBN-TP (Tugas Pembantu) sebesar Rp19,5 miliar, terealisasi dari pusat sebesar Rp14,6 miliar.

“Terus dilanjutkan pada tahap tiga (III) dari APBN-TP tahun 2013 sebesar Rp34 miliar, terakhir tahap ke empat (IV) bersumber dari dana Bantuan Keuangan Provinsi (Bankeu) Riau tahun anggran 2016 sebesar R34,2 miliar. Dari pagu 34 miliar itu dirincikan lelang Rp32 miliar, Tahap I 8 milliar, Tahap II 11 milliar, laporan progres 98% dan realisasi realnya hanya 72%. Dan temuan tahap I Rp2,3 milliar
Temuan tahap II Rp4,2 milliar dan pengembalian baru Rp 1,5 milliar,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Hery Murwono saat dikonfirmasi soal tindak lanjut penanganan perkara dugaan kasus korupsi pada pembangunan gedung baru RSUD Kabupaten Rokan Hulu tersebut mengatakan sederhana saja, masih dalam proses Lidik. “Masih dalam proses Lidik,” katanya, Selasa (7/5).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *