BeritaPeristiwa

Warga Perumahan Istana Asba Terusik Dengan Adanya Kegiatan Kumpul Kebo Sampai Tengah Malam

1265
×

Warga Perumahan Istana Asba Terusik Dengan Adanya Kegiatan Kumpul Kebo Sampai Tengah Malam

Sebarkan artikel ini

Probolinggo || – Warga Perumahan Istana Asba dihebohkan dugaan adanya oknum ASN (Aparatur Sipil Negara) PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) diduga akan melakukan pesta miras (minuman keras) dan seks di Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan pada Sabtu malam (16/9/2023).

Tepat pada pukul 24.00 WIB, ketua paguyuban Perum Istana Asba bersama-sama dengan beberapa orang warga mendatangi rumah salah seorang warga di Perum Istana Asba. Hal itu dilakukan lantaran terdapat laporan dari salah seorang warga adanya tamu ataupun orang tidak dikenal masuk ke kediaman warga diluar batas jam berkunjung. Paguyubun warga Perum Istana Asba sendiri memiliki aturan yang mewajibkan batas berkunjung maksimal adalah pada pukul 23.00 WIB.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Kejadiannya hari minggu 16 September, saya diminta oleh beberapa warga di Perum Asba sekitar 3-4 orang. Karena saya berposisi sebagai Ketua Paguyuban di Perumahan Istana Asba blok ABC, warga mengatakan rumah yang ditempati saudara YF di Perumahan Asba nomor A12 ada tamu yang tidak logis. Artinya ada 4 orang dan 2 perempuan bertamu sampai jam 12 malam. Sedangkan disitu warga cukup terusik dan resah. Menurut informasi warga, kejadian ini yaitu rumah YF sering kedatangan tamu yang tidak jelas, tengah malam, dan membawa perempuan. Bahkan ditengarai juga ada bekas-bekas botol minuman keras. Setelah saya cek, ternyata benar disitu ada 4 laki-laki dan 2 orang perempuan,” ujar Mustofa, Ketua Paguyuban Perum Istana Asba pada Jumat (22/9/2023).

Saat dimintai keterangan kronologi lebih lanjut, Mustofa mengatakan, “Saya bertanya kepada mereka, apa agenda mereka masuk ke Perum Istana Asba. Mereka berujar bahwa bertamu saja. Saya mohon jika bertamu, ini sudah diluar jam bertamu. Kesepakatan Perumahan Istana Asba ini, jam 12 malam tamu harap lapor. Kalau misalnya dia itu tamu keluarga atau tamu rekan bisnis, silahkan saja tapi melaporkan identitas diri. Pada waktu itu saya tanya identitasnya. Setelah si perempuan itu pulang, keempat laki-laki lainnya saya tanya identitas serta maksud mereka bertamu. Alasannya aneh-aneh, ada yang berujar sedang rujakan, sedang membahas nak-tanak’an (masak atau makan tengah malam/Red). Bagi saya sebagai Ketua Paguyuban, tidak menerima alasan seperti itu.”

Mustofa juga mengaku heran dan kaget, ternyata dirumah saudara YF terdapat sepeda motor ber-plat dinas. Menurut informasi, salah satu diantara mereka yang bertamu berstatus tenaga pengajar PPPK di Kecamatan Besuk. Terdapat pula tenaga honorer di BAPELITBANGDA Kabupaten Probolinggo.

“Ini yang membuat saya kecewa dan cukup menyesal. Ada Aparatur Sipil Negara walaupun bukan ASN, akan tetapi sudah masuk kategori menerima gaji dari negara. Honorer maupun PPPK itu tidak layak dan tidak pantas bermental maupun berperilaku seperti itu,” kata Mustofa dengan tegas.

Untuk langkah selanjutnya, Mustofa akan bersurat kepada Bupati Kabupaten Probolinggo, Inspektorat, serta kepala dinas masing-masing oknum tersebut. Ia mengatakan bahkan Kepala Desa Asembakor ikut mendukung dengan membubuhi tandatangan surat yang akan dikirim nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *