BeritaKasus

Empat Wartawan Disekap dan Dianiaya oleh Mafia BBM dan Tambang Emas Ilegal di Sijunjung

375
×

Empat Wartawan Disekap dan Dianiaya oleh Mafia BBM dan Tambang Emas Ilegal di Sijunjung

Sebarkan artikel ini

SIJUNJUNG, SUARAMASSA.CO.ID – Empat wartawan menjadi korban kekerasan oleh sekelompok mafia BBM subsidi dan tambang emas ilegal di Tanjung Lolo, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Insiden ini terjadi pada Kamis hingga Jumat dini hari (13-14/3/2025), ketika para wartawan tengah melakukan investigasi terkait aktivitas ilegal di daerah tersebut.

Korban terdiri dari dua wartawan perempuan dan dua wartawan laki-laki, yakni Suryani (Nusantararaya.com), Jenni (Siagakupas.com), Safrizal (Detakfakta.com), dan Hendra Gunawan (Mitrariau.com). Mereka mengalami perampokan, penganiayaan, penyekapan, hingga pemerasan. Bahkan, wartawan perempuan Jenni nyaris menjadi korban kekerasan seksual.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Peristiwa ini bermula ketika keempat wartawan menemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi menggunakan tangki merah putih milik PT Elnusa Petrofin, serta aktivitas tambang emas ilegal yang diduga milik seorang tokoh setempat, Wali Korong Tanjung Lolo. Saat menjalankan tugas jurnalistiknya, mereka justru menjadi sasaran tindakan brutal.

Kelompok pelaku merampas barang-barang milik korban, termasuk dua unit laptop, dua unit ponsel, pakaian, serta peralatan lainnya. Mereka juga mengalami penganiayaan secara bergantian oleh sekelompok orang. Para pelaku bahkan mengancam akan membakar korban hidup-hidup dengan 30 liter bensin jika tidak memberikan uang tebusan sebesar Rp20 juta.

Karena tidak memiliki jumlah tersebut, korban hanya mampu mentransfer Rp10 juta melalui rekening BNI. Setelahnya, mereka masih dipaksa mengambil uang Rp10 juta lagi di ATM BRI Unit Tanjung Gadang dalam 10 kali transaksi. Uang tersebut akhirnya diserahkan di lokasi penyekapan.

Selain itu, Wali Korong Tanjung Lolo juga mengancam korban agar tidak melaporkan kejadian tersebut. “Silakan kalian lapor ke mana pun, tidak akan ada yang menggubris laporan kalian,” ujar pelaku sambil menghempaskan kayu ke meja, menunjukkan jerigen bensin, senjata tajam, serta alat untuk merusak mobil korban.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait tindakan kekerasan ini. Para korban berharap pihak kepolisian segera menindak tegas para pelaku dan mengusut tuntas jaringan mafia BBM serta tambang emas ilegal di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *