Rokan Hulu — Peristiwa tragis menimpa pasangan suami istri Misi dan Seri Narni (42) warga Desa Sangkir Indah, Kecamatan Kuntodarussalam, Kabupaten Rokan Hulu. Gubuk peron sawit milik mereka hangus terbakar pada Jumat (1/11/2024), diduga kuat akibat aksi pembakaran yang disengaja oleh seorang warga bernama Inur bersama kelompok ibu-ibu pengajian (perwiritan) setempat.
Menurut pengakuan Seri Narni, peristiwa ini terjadi saat ia dan suaminya tengah berada di Pekanbaru, mendampingi anak mereka menjalani operasi tumor otak. Di tengah suasana haru itu, ia menerima telepon berulang kali dari Inur. Saat diangkat, Inur menyampaikan bahwa gubuk peron sawit milik suaminya telah dibakar. Tak lama berselang, video siaran langsung pembakaran tersebut beredar di media sosial.
“Inur memprovokasi dua kelompok perwiritan untuk membakar peron kami. Sawit janjangan dan brondolan siap timbang ludes terbakar. Kerugian kami sekitar Rp50 juta,” ujar Seri Narni, Minggu (13/7).
Seri juga menambahkan bahwa upaya mencari keadilan melalui kepala desa setempat tidak membuahkan hasil. Sang kepala desa hanya mengarahkan mereka ke Polsek Kuntodarussalam, tanpa memberikan solusi nyata. Laporan ke pihak kepolisian pun sudah dilakukan sembilan bulan lalu, namun hingga kini belum ada kejelasan perkembangan kasus.
“Kami sudah sangat lelah, ini perlakuan biadab. Kami tidak pernah punya masalah dengan mereka. Kami hanya minta keadilan ditegakkan,” tegasnya.
Pasangan ini berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan mereka secara hukum. Sebab, selain kerugian materi, mereka juga mengalami tekanan psikologis akibat tindakan brutal yang dilakukan oleh sesama warga, yang bahkan berasal dari kelompok perwiritan yang pernah mereka ikuti.
Kini, mereka masih menunggu keadilan, berharap hukum dapat berdiri tegak di tengah masyarakat yang mereka nilai mulai kehilangan rasa empati.












