Kaur || Suaramassa.co.id – Dalam suasana haru, bahagia, dan penuh semangat persaudaraan, seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kaur merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-23. Peringatan bersejarah ini digelar dengan khidmat dan meriah, mengusung tema agung yang menjadi ruh perjuangan daerah: “Se’ase Se’ijean Dalam Berbakti : Satukan Tekad Bangun Tanah Kaur Tercinta”. Sebuah pesan luhur yang mengingatkan kita semua untuk senantiasa satu rasa, satu asa, dan satu tekad dalam mengabdikan diri memajukan tanah kelahiran tercinta.
Momen sakral dan penting ini ditandai dengan pelaksanaan upacara peringatan, di mana Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P. bertindak selaku Inspektur Upacara, memimpin langsung jalannya prosesi kenegaraan tersebut. Hadir mendampingi beliau, Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I., jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para tamu kehormatan dan undangan penting lainnya yang berkumpul menyatu dalam kebersamaan keluarga besar Kaur.
Setelah rangkaian upacara berakhir, suasana beralih menjadi lebih hangat, akrab, dan penuh keakraban kekeluargaan. Para pemimpin daerah, pejabat, dan seluruh undangan duduk bersama, saling berbagi cerita, tawa, dan kebahagiaan seraya mencicipi beragam hidangan khas Kabupaten Kaur yang lezat, nikmat, dan kaya akan cita rasa tradisi warisan leluhur.
Di meja kebersamaan itu, tidak ada lagi sekat jabatan maupun perbedaan latar belakang. Semua melebur menjadi satu dalam ikatan persaudaraan yang kokoh. Saat suapan demi suapan kuliner asli tanah pesisir itu dirasakan kelezatannya, terasa pula manisnya persatuan yang kian menyatu. Rasa nikmat hidangan tersebut menjadi simbol nyata betapa kayanya potensi alam dan budaya yang dikaruniakan Tuhan kepada daerah ini, serta betapa indahnya kebersamaan yang terjalin di antara putra-putri terbaik Kaur. Kelezatan masakan tanah kelahiran ini adalah gambaran nyata bahwa segala sesuatu yang ada di Kaur itu indah, berkualitas, dan penuh berkah, sama hebatnya dengan potensi luar biasa yang dimiliki oleh masyarakatnya.
Dalam amanat pentingnya yang disampaikan saat menjadi Inspektur Upacara, Bupati Gusril Pausi mengawali dengan ucapan selamat dan rasa syukur mendalam atas perjalanan panjang Kabupaten Kaur yang kini menginjak usia ke-23 tahun. Beliau menegaskan, usia ini bukan sekadar angka, melainkan bukti keteguhan hati, ketahanan langkah, dan kasih sayang seluruh warga terhadap tanah yang dipijak ini.
“Selamat Hari Ulang Tahun yang ke-23, Dirgahayu Kabupaten Kaur tercinta. Dua puluh tiga tahun perjalanan bukanlah waktu yang singkat. Kita telah tumbuh, berkembang, dan bertahan bersama melewati berbagai dinamika. Tema besar yang kita usung hari ini: ‘Se’ase Se’ijean Dalam Berbakti’, adalah janji suci kita bersama. Maknanya sangat dalam dan menyentuh sanubari: kita adalah satu darah, satu rasa, dan satu tujuan. Kita memiliki rasa yang sama, tujuan yang sama, dan cinta yang sama besarnya untuk terus membangun tanah Kabupaten Kaur tercinta ini menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera bagi seluruh anak bangsa Kaur,” tegas Gusril Pausi dengan nada suara yang tenang namun berwibawa, menyentuh hati setiap yang mendengar.
Lebih jauh, Gusril Pausi mengingatkan bahwa kemajuan dan cita-cita besar daerah tidak akan pernah terwujud jika kita berjalan sendiri-sendiri atau bergerak sendiri-sendiri. Kehadiran Wakil Bupati Abdul Hamid yang senantiasa beriringan melangkah, dukungan penuh dari seluruh jajaran OPD, serta partisipasi sepenuh hati masyarakat, adalah modal emas yang tak ternilai harganya bagi daerah ini.
“Lihatlah kebersamaan kita hari ini. Bapak Wakil Bupati, para pejabat, para undangan, dan kita semua duduk bersama, menikmati hidangan yang sama, merasakan kebahagiaan yang sama. Inilah kekuatan terbesar Kaur. Membangun daerah kita bukan hanya soal membangun jalan, jembatan, atau gedung megah, tetapi yang paling utama adalah membangun rasa persaudaraan, rasa saling memiliki, dan rasa senasib sepenanggungan yang tak terpisahkan. Kita bersatu bukan karena harus, tapi karena kita satu tanah air, satu harapan, dan satu masa depan,” tambah Gusril.
Wakil Bupati Abdul Hamid dalam kesempatannya juga menegaskan bahwa semangat Se’ase Se’ijean harus terus dipelihara dan dikobarkan di setiap sendi kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, hidangan khas yang disantap bersama itu adalah bukti bahwa hasil bumi dan karya anak bangsa Kaur memiliki kualitas dan rasa yang luar biasa, sama hebatnya dengan potensi luar biasa yang dimiliki oleh masyarakatnya.
“Segala sesuatu yang ada di Kaur itu indah, segala yang ada di sini itu nikmat, sama persis seperti persaudaraan kita yang manis dan erat. Mari kita jaga rasa kebersamaan ini terus menerus. Mari kita satukan tekad lebih kuat lagi, agar apa yang menjadi harapan kita semua, apa yang menjadi cita-cita luhur masyarakat Kaur, dapat kita wujudkan bersama demi kesejahteraan dan kebanggaan bersama,” ucap Abdul Hamid penuh semangat.
Pemerintah daerah melalui amanat Bupati juga menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik demi kesejahteraan rakyat. Namun, keberhasilan itu, kata Gusril, sangat bergantung pada kekompakan dan dukungan masyarakat.
“Di usia ke-23 ini, mari kita maknai sebagai usia yang semakin dewasa, semakin bijaksana, dan semakin matang dalam berbenah. Tantangan pasti ada, namun dengan semangat Se’ase Se’ijean, dengan satu rasa dan satu tekad, tidak ada yang tidak mungkin kita raih. Mari kita buktikan bahwa masyarakat Kaur adalah masyarakat yang hebat, yang mampu membangun daerahnya sendiri dengan penuh cinta kasih dan kerja keras,” seru Gusril mengajak segenap elemen.
Di tengah kemeriahan dan suasana kekeluargaan yang begitu hangat itu, satu pesan kokoh tertanam di sanubari semua pihak: Bahwa untuk membangun tanah Kabupaten Kaur tercinta yang maju, sejahtera, dan bermartabat, kuncinya hanya satu—tetaplah Se’ase Se’ijean, tetap bersatu dalam berbakti, dan terus menyatukan tekad demi kebanggaan kita semua. (Liharman)












