BIMA || – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Perguruan Tinggi Muhamadyah Bima Gedor Kantor Bupati Bima, Rabu 11 Oktober 2023.
Kegiatan Demonstrasi ini lakukan sebagai bentuk kekecewaan atas sikap acuh tak acuh pemerintah Daerah Kabupaten Bima terhadap surat audensi yang tidak di indahkan oleh pemerintah kabupaten bima selama tiga kali berturut-turut.
Gerakan yang dibangun oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bima dan Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima tersebut dengan jumlah massa Aksi 510 orang merumuskan tiga Issue utama dan empat Issue tambahan, diantaranya.
1. Meminta kepada bupati Bima agar mempertanggung jawabkan ratusan aset yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Bima serta transparansi unit-unit terkait.
2. Menuntut bupati Bima agar segera merombak sistem pelelangan tanah Eks-jaminan berdasarkan prinsip keadilan dan perjelas pendapatan hasil lelang tanah Eks-jaminan.
3. Mendesak bupati Bima agar segera mempercepat perbaikan infrastruktur jalan yang mangkrak di kabupaten Bima.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa sempat melakukan aksi saling dorong dengan pihak kepolisian dan Pol PP lantaran Bupati Bima dan wakil bupati Bima tidak bisa menemui masa aksi karena posisinya sedang berada di Lombok.
Namun aksi saling dorong tersebut hanya berlangsung beberapa saat dan masa aksipun kembali melanjutkan orasinya.
Setelah beberapa saat menyampaikan orasi, masa aksipun ditemui oleh Sekretaris Daerah kabupaten Bima mewakili Bupati Bima untuk menanggapi tuntutan yang di bawa oleh masa aksi.
Sekretaris Daerah “Saya akan menerima tuntutan dari rekan-rekan masa aksi, namun karena berhubung Bupati Bima tidak bisa hadir karena sedang berada di lombok, saya akan memfasilitasi pertemuan rekan-rekan dari BEM UM Bima & IAIM Bima dengan Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima Minggu depan untuk audensi secara langsung dan terbuka. Ujarnya.
Den Ardin “Atas nama Presiden mahasiswa universitas Muhammadiyah Bima, saya mewakili 500 massa aksi akan datang kembali ke kantor bupati Bima dalam rangka memastikan tuntutan kami benar benar di realisasikan oleh pemerintah Daerah kabupaten bima dalam bentuk diskusi khusus dengan bupati dan wakil bupati Bima”. Ujarnya.
Hal serupa juga di sampaikan oleh ketua BEM IAIM Bima Amir, saya akan segera menindaklanjuti apapun instruksi dan kesepakatan bersama dengan Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bima.
Jika terjadi wanprestasi oleh sekda kabupaten bima yang menanggapi tuntutan kami terkait kesanggupannya untuk mempertemukan kami dengan bupati Bima di Minggu yang akan datang, maka bisa di pastikan Seluruh mahasiswa universitas Muhammadiyah Bima sejumlah 4.000 orang dan Seluruh Mahasiswa Se-Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima sebanyak 2.800 orang akan saya turunkan semua untuk meluluhlantakkan kantor bupati Bima. Dan saya pastikan akan terjadi reformasi besar besaran di pemerintah Daerah Kabupaten Bima. Tegasnya
Namun saya percaya bahwa sekretaris Daerah kabupaten bima tidak akan mengingkari janjinya dengan BEM PTM Muhammadiyah Bima tersebut. Tutupnya.












