Berita

Debt collector MCF Rantau Parapat Diduga Rampas Sepeda Motor Milik”AY”

454
×

Debt collector MCF Rantau Parapat Diduga Rampas Sepeda Motor Milik”AY”

Sebarkan artikel ini
Media Online

Labuhan Batu – Bak jatuh tertimpa tangga, hal itulah yang dirasakan”AY” selaku nasabah Leasing MCF Aek loba. Kenapa tidak, itikad baik AY untuk membayar angsuran kini terhalang akibat pihak pembiayaan tidak menerima angsuran yang akan dibayarkan. Ditambah Suaminya sedang dirawat di RS Rantau Parapat sedang mendapatkan perawatan spesialis ke jiwaan.

Motor Supra X 125 berwarna merah dengan nopol BK 2807 VBW milik Ayu Lestari Diduga dirampas oleh Debt collector MCF rantau Parapat yang beralamat di jalan SM raja Bakaran batu, kecamatan rantau selatan, kabupaten Labuhan batu, Sumatera Utara ketika hendak melakukan pembayaran pada Jumat siang, (26/7/2024).

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Dapat diketahui, AY telah tertunggak pembayar sekira 9 bulan, namun walaupun demikian AY tetap itikad baik untuk melakukan pembayaran setiap bulannya.

Namun bukan tanpa alasan AY sampai tertunggak angsuran. AY merupakan ibu rumah tangga yang memiliki anak 2 yang berjuang untuk menghidupi keluarganya sendirian. Hal ini disebabkan suami AY sudah 7 tahun lamanya mengalami sakit ke jiwaan, dimana sekarang sedang dirawat di RS umum Ratau parapat sehingga tidak dapat menafkahi keluarganya.

“Pembayaran tertunggak bukan tanpa alasan, saya seorang ibu rumah tangga yang sendiri berjuang banting tulang mencari nafkah untuk menafkahi kedua anak anak ku. Sepeda motor itu juga saya pakai untuk bekerja sehari hari nya. Suami saya sudah 7 tahun mengalami sakit ke jiwaan, sehingga tidak bisa bekerja menafkahi kami, sekarangpun masih dirawat di RS rantau Parapat,” ucap AY sembari menangis kepada media ini berharap sepeda motornya dapat dipakai kembali untuk mencari nafkah, dan niat untuk membayar sampai lunas, apalagi sisa angsuran tinggal 12 bulan lagi.

Dapat diketahui motor tersebut Diduga Dirampas Debt collector dengan cara memasang rantai bergembok di sepeda motor yang sedang terparkir di halaman MCF rantau Parapat.

“Memang sudah 9 bulan motor saya tertunggak, dan angsuran yg mau saya bayar tadi itu mau yang ke 21 nya, dengan tenor 33 kali bayar. Awal nya saya disuruh naik keatas menjumpai petinggi MCF untuk membuat surat perjanjian, tapi saya tidak tau persis apa isi surat perjanjian tersebut. Namun sampai diatas, saya malah dapat pemberitahuan bahwa pembayaran tidak dapat di terima karena harus membayar minimal 7 kali angsuran. Mendapat informasi seperti itu, saya turun dari lantai atas kebawah dan melihat motor saya sudah di kasih rantai bergembok di halaman parkir MCF, lalu di tengah tangga saya langsung dimintai kunci sama Debt Collector berinisial RJ yang perkiraan saya merupakan salah koordinator Collector MCF rantau Parapat,” ucap AY.

Tak hanya itu, kata AY, “Saya sedih menangis mintak tolong supaya motor saya tidak diambil, namun tanpa hati nurani RJ tetap bersikeras meminta kunci motor kepada saya, karena saya merasa takut, tanpa rasa ikhlas saya memberikan kunci tersebut, dan saya keluar dengan tersedu sedu sambil mencari becak pulang kerumah,” terang AY kepada media.

Untuk ke seimbangan berita, awak media mencoba mendatangi kantor MCF rantau Parapat untuk meminta konfirmasi langsung kepada pimpinan yang memahami permasalahan tersebut, namun sayang, ketika awak media sampai ternyata kantor sudah tutup.

Tak sampai di situ, awak media mencoba meminta nomor karyawan MCF yang bisa di mintai keterangan terkait dugaan perampasan sepeda motor tersebut. Tak beselang lama, Silaen, yang merupakan koordinator MCF wilayah rantau Parapat mengatakan”bahwa sepedaotor tersebut hanya titipan dari MCF Aek loba.

“Itu hanya titipan MCF Aek loba, terkait pembayaran selanjutnya bisa berkomunikasi kepada MCF Aek loba kata Silaen sembari hendak menyondingkan dengan Riko selalu perwakilan MCF Aek loba.

Namun sayang nya, berulang kali Riko dihubungi awak media tidak mau mengangkat panggilan telepon guna untuk meminta kejelasan terkait permasalah tersebut. Patut Diduga Riko sengaja mengelak dan tidak mau memberikan penjelasan terkait dugaan perampasan milik nasabah nya kepada awak media.

Bersambung….., berita ini akan terus berlanjut sampai pimpinan MCF Aek loba memberikan penjelasan terkait dugaan perampasan sepeda motor tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *