Pasalnya, lokasi tersebut menjadi tempat berkumpul pengunjung untuk mabuk mabukan hingga prostitusi, tanpa mengenal batas waktu. Selain
menyediakan berbagai merek dan jenis minuman keras (beralkohol tinggi), tempat tersebut menyediakan wanita penghibur beserta kamar (tempat maksiat) dengan berbagai tipe.
Diketahui, pemilik kafe jambuan tersebut “Ketut narbe” selain kurang berbaur dengan warga masyarakat sekitar alias tertutup, juga memiliki perangai tidak baik.
Dikatakan seorang warga sekitar Suyitno (47), kegiatan tidak wajar di lokasi kafe jambuan tersebut bukan tanpa peringatan ataupun teguran dari warga sekitar kepada pemiliknya (Ketut narbe), amun hal itu tidak digubris bahkan semakin merajalela dengan adanya beberapa orang yang berjaga diduga sebagai keamanan lokasi tersebut.
“Sekarang lokasi kafe jambuan itu malah dijaga oleh preman, selain dijadikan tempat hiburan karaoke, dan mabuk mabukan, juga menjadi tempat portitusi.”katanya kepada wartawan, Kamis (02/12).
Senada, Ahmad (54) warga sekitar mengatakan, warga semakin resah akibat kegiatan tidak wajar kafe jambuan tersebut tanpa mengenal waktu siang hingga larut malam, lalu lalang pengunjung berkendara dengan suara keras dan bising semakin meresahkan meskipun lokasi tersebut merupakan tempat tinggal pemiliknya
(Ketut narbe*).
“Kalau untuk menegur atau mengingatkan kami warga gak berani, banyak premannya. Kami berharap supaya pihak berwenang ataupun terkait, dapat menindak lanjuti keluhan kami warga yang resah akibat kegiatan tidak wajar lokasi kafe jambuan itu.” Keluhnya.
Terpisah, pemilik lokasi kafe jambuan yang diduga menjadi tempat mabuk mabukan hingga pirtitusi, Ketut narbe tidak bisa dikompirmasi.
SMM:(Ap/Red)












