Berita

Krisis Sampah di Pangkalan Kerinci Kota: Tumpukan Sampah Berserak Mengancam Kebersihan dan Kesehatan Masyarakat

1799
×

Krisis Sampah di Pangkalan Kerinci Kota: Tumpukan Sampah Berserak Mengancam Kebersihan dan Kesehatan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

PANGKALAN KERINCI, 18 Januari 2024 – Tumpukan sampah yang berserak di berbagai lokasi Pangkalan Kerinci Kota telah menciptakan kekhawatiran dan keprihatinan terhadap kondisi lingkungan yang tidak sehat. Warga resah menyaksikan kondisi ini, terutama di Jalan Pemda GG Wajib Senyum dan jalan lintas Timur Simpang Jalan Sepakat.

Salah satu warga, Noperius Zalukhu, menyampaikan keluhannya terkait tumpukan sampah tersebut yang telah menjadi tempat pembuangan sampah organik dan anorganik selama setahun terakhir. Bau busuk yang menyengat dan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat menjadi dampak dari kurangnya kesadaran warga.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Meskipun himbauan telah disampaikan oleh RT setempat untuk menjaga lingkungan, sampah terus bertambah tanpa adanya solusi tempat penumpukan yang aman. Tidak hanya di Jalan Pemda GG Wajib Senyum, tumpukan sampah juga terlihat di jalan lintas Timur, menutupi badan jalan sekitar 2 meter, mengganggu kelancaran lalu lintas dan menciptakan lingkungan yang semakin tercemar.

Ketua RT 003 RW 009 Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota mengungkapkan bahwa tempat penumpukan sampah tersebut bukan hasil dari warga sekitar, melainkan pembuangan liar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, terutama pada subuh menjelang pagi hari. Meskipun sudah ada himbauan kepada pihak berwenang untuk menyediakan tempat pembuangan sampah sementara, hingga saat ini belum ada tindakan yang memadai.

Kadis DLH Kabupaten Pelalawan dan Kabid Persampahan belum memberikan tanggapan terkait masalah ini. Ketua RT berharap agar pemerintah segera mencari solusi terbaik untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pencemaran lingkungan ini menjadi tanggung jawab bersama, dan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk menangani permasalahan ini dengan serius.(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *