Radiator adalah perangkat dalam mobil yang berfungi untuk melakukan regulasi suhu atau panas dalam mesin. Mesin pada kendaraan bermotor memerlukan suhu optimal agar dapat bekerja dengan baik. Bila terlalu panas, maka radiator akan berusaha mendinginkan mesin, dengan mengalirkan cairan di dalam radiator yang akan dialirkan di dalam radiator untuk menyerap panas dari mesin.
Radiator bekerja mendeteksi panas pada mesin dengan mendeteksi tekanan udara yang ada di mesin. Sesuai dengan hukum gas ideal (PV = nRT), tekanan pada gas (P) berbanding lurus dengan suhu (T) gas tersbeut, sehingga dengan mendeteksi tekanan, bisa diperkirakan suhu dari gas ini.
Pada bagian tutup raidator terdapat tulisan seperti 0,9, 1,1, atau 1,5. Tulisan ini menunjukkan tekanan udara di mesin yang dapat ditahan oleh radiator sebelum air mengalir dan memulai proses pendinginan mesin.
Tulisan 0,9, 1,1, atau 1,5. menyatakan besar tekanan dalam satuan psi atau kgf/cm2.
Tekanan sebesar 1 psi atau 1 kgf/cm2 menyatakan besar tekanan akibat gaya sebesar 1 kilogram force atau 1 kgf (gaya setara gaya akibat gravitasi pada benda seberat 1 kilogram) pada permukaan seluas 1 cm2.
Jadi, 1 kgf sendiri adalah sama dengan 9,8 N dan tekanan 1 kgf/cm2 setara dengan 9,8 Kpa (9,8 kilopascal).
Jangan Asal Ganti Tutup Radiator Dengan Kode Angka Yang Berbeda, Ini Akibatnya.
Dibagian atas tutup radiator mobil pada umumnya terdapat kode angka seperti, 0.9, 1.0 dan 1.1.
Kode angka di tutup radiator itu ternyata punya arti khusus lho. Buat yang belum tahu, kode di tutup radiator merupakan indikator besar tekanan dalam satuan bar, yang dihasilkan air radiator saat bersirkulasi antara tabung reservoir.
Makanya jika Anda yang berencana ingin mengganti tutup radiator pastikan pakai kode angka yang sama ya. Jika ganti dengan kode angka yang berbeda bisa berakibat kerusakan pada mesin dan radiatornya,
Contoh spesifikasi standar radiator mobil berkode 1.1, kemudian dipasang tutup radiator berkode 0.9.
Akibatnya karet pada tutup radiator tidak akan bisa menahan kelebihan tekanan 0,2 bar atau kekuatan tekanan 0,2 kg per cm kubik air radiator yang akan keluar dari tutup radiator.
Efeknya air radiator akan lebih cepat berkurang karena kebocoran dari tutup radiator, Kalau dibiarkan, jumlah air radiator yang berkurang akan mengurangi kinerja pendinginan mesin saat bekerja.
Bahkan risiko terparah air radiator bisa kosong dan meningkatkan potensi mesin mobil mengalami overheat. Soal harga tutup radiator yang berkode 0.9, 1.0 dan 1.1, dibanderol mulai dari Rp 30-100 ribuan tergantung mereknya.
Kode 1.1
Umumnya tulisan angka yang tertera seperti 108 kpa ( kilopascal) atau hanya berupa angka 1,1. Angka tersebut dapat menunjukkan batasan maksimal tekanan yang dapat ditahan oleh tutup radiator.
Kode 0.9
Pada tutup radiator terdapat tulisan 0,9 artinya adalah raidator dapat menahan tekanan sebesar 0,9 kgf/cm2 dari udara di dalam mesin sebelum radiator bekerja dan memulai pendinginan.












