Deli Serdang Sumatera Utara | www.suaramassa.co.id – Pembangunan ruas Jalan Dusun Karang Luas-Paya Bakung Kec. Hamparak Perak Kab. Deli Serdang Sumatera Utara yang telah selesai di kerjakan oleh CV. Sejahtera Jaya, yang sumber dananya diperoleh dari dana alokasi khusus (DAK) bernilai 7 miliar lebih di nilai warga masyarakat sebagai penghamburan uang negara. Sabtu, 20 Juli 2024.
Seperti yang telah di beritakan sebelumnya, secara terkonfirmasi baik kepala UPT 1 & Kadis SDABMBK menyampaikan bahwa pembangunan Jalan tersebut adalah rencana pengalihan untuk mengantisipas bila mana rencana pembangunan Bandara Lanud Suwondo jadi di kerjakan.
Terpantau di lapangan Jalan tersebut bukanlah sebagai Jalan Utama / Prioritas warga. Sebab disini kiri dan kanan hanya terdapat perkebuan tebu, dan di depan Jalan masih terlihat buntu serta berdiri dengan kokohnya pohon sawit yang masih menghasilkan buah milik PTP Nusantara II.
Masyarakat di sekitar lokasi sangat menyayangkan pembangunan ruas jalan pengalihan tersebut, dana sebegitu besar di alokasikan untuk pekerjaan yang sia-sia. masih banyak jalan jalan yang ada di wilayah kabupaten deli serdang yang harus di bangun atau di perbaiki, agar pembangunan itu lebih menyentuh ke masyarakat serta bermanfaat.
Sementara menurut data yang di rangkum dari berbagai media dan informasi lainnya, bahwa sampai saat ini terkait rencana pembangunan Bandara pengganti Lanud Suwondo belum ada pembahasan lebih lanjut di Kementrian Pusat.
Tentunya menjadi pertanyaan dikalangan warga, berbagai asumsi pun muncul bahwa pembangunan Jalan tersebut di duga hanya sebagai akal-akalan pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk memdapatkan keuntungan dalam pembangunan jalan tersebut.
“Bagaimana sebuah jalan di bangun yang tidak ada orangnya, atau jauh dari pemukiman warga masyarakat ??? Bukankah ini adalah modus ataupun upaya ciptakondisi agar mendapatkan keuntungan yang berakibat penghambuaran uang negara”. ujar salah sorang warga masyarakat yang juga
“Kita berharap agar APH serta BPK dapat melakukan investigasi kelapangan, apakah dana yang begitu besar di gelontorkan hanya untuk sebuah rencana jalan pengalihan sudah sesuai, agar masyarakat bisa mengetahui dan tidak menduga-duga pekerjaan ini hanya untuk mencari celah-celah agar bisa korupsi secara terstruktur dan masif ” Ujar fahriono salah seorang warga masyarakat.
Bersambung…
MCH²












